Direktur Eksekutif Reform Institute Yudi Latif menerangkan, PKS dan PDIP sama-sama memiliki basis yang fanatik dan permanen dengan tingkat loyalitas kadernya yang tinggi. Sehingga dengan koalisi, kedua partai ini bisa memberikan stabilitas politik dengan didukung dari barisan akar rumput masing-masing yang kuat.
"PDIP mempunyai semangat nasionalis yang kuat sementara PKS mempunyai askestisme dan konsistensi kebersihan di dalam berpolitik," kata Yudi dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (17/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yudi menambahkan sesuai dengan fakta yang berkembang saat ini kedua partai itu cenderung mendekat dan sama-sama melakukan instrospeksi. PDIP sebagai partai abangan menyadari lebih dulu dengan membentuk baitul muslimin sehingga stigma anti Islam sudah dihapus. Di sisi lain PKS pun saat ini semakin mengindikasikan kecenderungan untuk lebih moderat.
"Hasil survei menunjukkan 73% konstituen bawah PDIP kini taat beribadah dan cenderung mengarah keagamaan. Sedangkan PKS kini cenderung untuk lebih moderat," imbuh Yudi. (ron/iy)











































