Kebingungan ini misalnya dialami Charoline (25), ibu muda dengan satu anak. Beberapa kali ia terpaksa cuti dari kantornya karena belum mendapatkan PRT.
"Aku sudah minta tolong ke teman-teman sih. Tapi belum dapat yang cocok," cerita Charoline yang tinggal di Ragunan, Jakarta Selatan, kepada detikcom, Selasa (16/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marlinda (31), perempuan karir lainnya, juga memberikan keluhan yang sama. Ibu dua anak ini kelimpungan karena PRT sebelumnya yang sudah ikut di rumahnya selama 6 tahun tiba-tiba minta izin tidak ikut lagi setelah lebaran.
Perempuan yang bekerja di perusahaan swasta itu bercerita ia sebenarnya sudah sangat cocok dengan PRT sebelumnya. Tapi apa boleh buat ia tidak bisa melarang si mbak penjaga anak itu pergi karena gadis itu akan menikah.
"Saya pusing deh. Susah nyarinya, nggak dapat-dapat. Bantuin cari ya," keluh ibu yang tinggal di Depok, Jawa Barat, itu.
Ibu-ibu di perkotaan memang mempunyai ketergantungan yang tinggi terhadap PRT. Bila ada masalah dengan PRT entah ia sakit atau izin pulang kampung, si ibu pekerja pun terpaksa cuti karena harus mengurus anaknya sendiri.
Menjelang lebaran biasanya para PRT banyak yang memutuskan pulang kampung dan tidak ikut lagi. Ada yang dengan alasan menikah, ada pula yang ingin mencari pekerjaan lain. Inilah yang menyebabkan para ibu pekerja kebingungan harus mencari penggantinya. (iy/nrl)











































