Obama pun mengakui adanya kekhawatiran itu. Namun kini capres Demokrat itu kembali melancarkan serangan terhadap McCain lewat iklan-iklan terbarunya.
"Orang-orang mulai khawatir. Tapi ini yang bisa saya pastikan pada kalian: kita akan balas menyerang dengan keras," seru Obama saat berkampanye di Dover, New Hampshire seperti dilansir Reuters, Sabtu (13/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam salah satu iklan kampanye terbarunya, kubu Obama mengejek McCain soal janjinya untuk mengubah Washington. "Banyak hal telah berubah dalam 26 tahun terakhir. Tapi McCain tidak," demikian narator iklan Obama.
"Dia mengakui kalau dia tidak tahu bagaimana menggunakan komputer, tidak bisa mengirimkan email. Belum memahami perekonomian," imbuh narator iklan tersebut.
Pada iklan lainnya, Obama berbicara langsung di depan kamera untuk menjelaskan janji perubahannya. "Karena tahun ini, perubahan harus lebih dari sekadar slogan," tegas Obama.
Kubu Obama belakangan seakan tenggelam sejak munculnya Palin, Gubernur Alaska yang dipilih McCain untuk mendampinginya dalam pilpres November mendatang. Palin telah muncul menjadi bintang Republik yang mampu mendongkrak popularitas McCain.
Setidaknya sejumlah polling terbaru menunjukkan hal itu. Jika sebelumnya Obama kerap unggul atas McCain, namun setelah Palin muncul, McCain berhasil mengungguli Obama. (ita/ita)










































