Stok Trombosit Kosong, Pasien DBD di Samarinda Terancam Kritis

Stok Trombosit Kosong, Pasien DBD di Samarinda Terancam Kritis

- detikNews
Jumat, 12 Sep 2008 18:45 WIB
Samarinda - Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Cabang Samarinda sepekan terakhir kekosongan stok trombosit atau sel darah merah. Hal ini berdampak buruk bagi perawatan pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di sejumlah RS.

"Padahal trombosit itu sangat diperlukan bagi penyembuhan pasien DBD. Kalau tidak ada trombosit bisa kritis,'' kata Petugas Teknis Transfusi PMI Cabang Samarinda Basyuni saat ditemui detikcom di kantor PMI Cabang Samarinda Jl Palang Merah,Jumat (12/9).

Menurut Basyuni, PMI tidak dapat berbuat banyak untuk menyetok trombosit menyusul ketersediaan stok darah juga terancam kritis. Hingga pukul 14.00 Wita, lanjutnya, stok darah golonganย  A tersisa 84 kantong, golongan B sebanyak 144 kantong, golongan O 15 kantong serta golongan darah AB tersisa 19 kantong. Dikatakan terbatas, karena minim stok darah untuk diubah menjadi trombosit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

''Selain itu tingkat permintaan darah di Samarinda tergolong tinggi, mencapai 60 kantong setiap harinya,'' ujar Basyuni.

Ditambahkan Basyuni,masalah tersebut hampir terjadi setiap tahun di bulan ramadan.Stok darah di PMI diperkirakan hanya mampu bertahan paling lama hingga 5 hari mendatang, dengan catatan tidak ada warga
yang dengan sukarela mendonorkan darahnya.

''Kalau lebih dari 5 hari,kita tidak tahu lagi dapat darah darimana. Padahal upaya sosialisasi sudah dilakukan mengenai pentingnya donor darah,'' pungkas Basyuni. (djo/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads