"Pada 2008 hanya 208 perawat yang berangkat. Kita targetkan dalam 2 tahun ke depan 1.000 perawat yang berangkat," kata Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat kepada detikcom, di Cirebon, Jumat (12/9/2008).
Menurut Jumhur, perawat yang bekerja di luar negeri secara status akan lebih baik dari PRT. "Ada kontrak kerja yang jelas mereka bekerja di perusahaan bukan dengan orang per orang," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Jumhur mengatakan, para perawat yang telah menyelesaikan study D3-S1 tidak perlu repot mencari lapangan kerja di luar negeri.
"Mereka sudah banyak yang minta untuk bekerja terutama yang sudah punya pengalaman 2 tahun akan langsung jadi suster di RS luar negeri," katanya.
Saat ini beberapa negara di Asia memang membutuhkan perawat asal Indonesia. "Karena mereka sebagai perawat memiliki kemampuan yang baik, negara seperti Australia, Jepanng dan Timur Tengah memang meminta perawat dari Indonesia," pungkasnya.
(did/iy)











































