1.000 Perawat Akan Dikirim ke LN

1.000 Perawat Akan Dikirim ke LN

- detikNews
Jumat, 12 Sep 2008 14:56 WIB
1.000 Perawat Akan Dikirim ke LN
Jakarta - Indonesia akan mengirim 1.000 perawat untuk bekerja di luar negeri dalam waktu 2 tahun. Hal ini dinilai lebih baik karena secara UU mereka dilindungi oleh UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Perburuhan dan Tenaga Kerja.

"Pada 2008 hanya 208 perawat yang berangkat. Kita targetkan dalam 2 tahun ke depan 1.000 perawat yang berangkat," kata Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat kepada detikcom, di Cirebon, Jumat (12/9/2008).

Menurut Jumhur, perawat yang bekerja di luar negeri secara status akan lebih baik dari PRT. "Ada kontrak kerja yang jelas mereka bekerja di perusahaan bukan dengan orang per orang," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumhur mengatakan, secara penghasilan, perawat akan memperoleh gaji yang tidak sedikit. "Dalam 1 bulan kalau ia bekerja sebagai perawat jompo gajinya Rp 17 juta. Kalau lembur bisa sampai 25 juta. Sedangkan suster yang bekerja di RS mendapat Rp 20 juta tiap bulan," jelasnya.

Lebih lanjut, Jumhur mengatakan, para perawat yang telah menyelesaikan study D3-S1 tidak perlu repot mencari lapangan kerja di luar negeri.

"Mereka sudah banyak yang minta untuk bekerja terutama yang sudah punya pengalaman 2 tahun akan langsung jadi suster di RS luar negeri," katanya.

Saat ini beberapa negara di Asia memang membutuhkan perawat asal Indonesia. "Karena mereka sebagai perawat memiliki kemampuan yang baik, negara seperti Australia, Jepanng dan Timur Tengah memang meminta perawat dari Indonesia," pungkasnya.

(did/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads