Gersang, Panas dan Hujan Intai Para Biker

Jalur Mudik Pantura

Gersang, Panas dan Hujan Intai Para Biker

- detikNews
Kamis, 11 Sep 2008 12:58 WIB
Gersang, Panas dan Hujan Intai Para Biker
Subang - Diprediksi jumlah pemudik menggunakan sepeda motor akan naik hingga 18 persen. Banyaknya jumlah pemudik menggunakan kendaraan roda dua perlu diwaspadai oleh para biker. Tantangan serius adalah kondisi alam yang gersang, kering dan berdebu. Keadaan tidak menguntungkan tersebut dapat membuat kendor daya konsentrasi pemudik.

Selepas Karawang menuju Simpang Jomin, misalnya. Pada trek tersebut biker ditantang konsentrasinya untuk tetap melakukan safety riding. Sebab, bila sampai akhir September, hujan belum juga turun, kekeringan rentan membuat dehidrasi dan menurunkan stamina pengendara.

Karena itu, para biker harus waspada. "Tiap tahun, saya selalu menyaksikan kecelakaan sepeda motor. Dari yang senggolan biasa sampai yang luka parah," kata Zaenudin (30), warga Simpang Jomin, Cikampek yang berprofesi sebagai penambal ban kepada detikcom, Selasa, (9/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah Simpang Jomin hingga Sukamandi, Subang, trek lurus yang membosankan dan angin sepoi-sepoi dapat melenakan para biker. Para biker dapat langsung beristirahat bila hawa ngantuk mulai menyerang. Terlebih, pada trek tersebut sebagian jalanan masih bergelombang dan berlubang yangย  bisa membahayakan pengendara motor maupun mobil.

Tidak jauh dari Losari, Cirebon yakni di pertigaan Tanjung, pemudik dapat mengambil jalur alternatif menuju Prupuk, Ajibarang, Wangon, Purwokerto-Jogja. Jalur tersebut sudah membaik dengan lebar 7 meter dan jarang terjadi persimpangan.

Hanya saja, trek lurus dan angin kencang cukup mengintai pengendara menjadi lengah. Kecelakaan ringan sampai parah kerap terjadi di jalur ini karena lelah maupun trek yang lurus membosankan. Terlebih, bila kondisi alam berkebalikan yaitu hujan yang mengguyur pantura. Jalan menjadi licin dan membuat stamina tubuh rentan menjadi kolaps.

Untuk mengantisipasi hal yang tak dinginkan, para biker tak perlu segan untuk beristirahat bila lelah ataupun mengantuk. Dapat melakukan rehat di bawah pohon rindang, tempat ibadah, SPBU ataupun pos istirahat yang disediakan oleh intansi swasta dan pemerintah.

Berikut tips supaya perjalanan mudik bersepeda motor tetap terjaga:

1. Sebelum mudik, pastikan kendaraan roda dua dalam kondisi prima. Cek ke bengkel kesayangan Anda mengenai kondisi motor seperti mesin, rantai, roda, lampu, dan rem. Pastikan pula spion di kanan dan kiri terpasang.

2. Persiapkan kondisi tubuh yang betul-betul terjaga dan bugar. Dalam menempuh jalan 7-15 jam, kondisi harus tetap bugar. Bila perlu siapkan vitamin atapun sedikit minuman suplemen untuk menambah konsentrasi di jalan.

3. Taati semua rambu-rambu lalu lintas. Tidak perlu saling kejar-kejaran/mengebut. Memakai helem dan penutup badan yang tahan angin. Siapkan pula jas hujan yang memadai untuk antisipasi guyuran air dari langit

4. Istirahat bila lelah dan mengantuk. Bila tidak yakin akan mengambil jeda istirahat, kunyah permen atau makanan kecil untuk menghilangkan rasa kantuk. Banyak minum air untuk menghindari kekeringan tubuh (dehidrasi).

5. Bila membawa barang banyak, sesuaikan dengan kemampuan sepeda motor. Jangan paksakan membawa beban berlebih.

6. Hindari mengikutsertakan balita. Kekebalan dan stamina bayi masih rawan untuk perjalanan jauh dan melelahkan itu. Kalaupun terpaksa sekali dibawa, pastikan bayi dalam kondisi fit dan diposisikan dalam pelukan yang nyaman, terhindar dari angin dan benar-benar memakai baju hangat.
(Ari/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads