Peneliti : Mustahil Super Toy Capai Lebih 15 Ton/Hektar

Padi Promosi SBY Diprotes

Peneliti : Mustahil Super Toy Capai Lebih 15 Ton/Hektar

- detikNews
Jumat, 05 Sep 2008 14:42 WIB
Peneliti : Mustahil Super Toy Capai Lebih 15 Ton/Hektar
Yogyakarta - Saat meresmikan panen perdana padi Super Toy HL2 di Desa Grabag Purworejo, Presiden menyatakan bahwa Super Toy adalah padi dengan sekali tanam bisa 3 kali panen dengan hasil terus meningkat. Dari panen pertama 9 ton/hektar terus meningkat hingga mencapai lebih dari 15 ton/hektar.

Namun Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta, Dr Subowo, MS kepada wartawan di kantor Maguwoharjo, Depok, Sleman, Jumat (5/9/2008) meragukan kemampuan Super Toy. "Kalau jenisnya seperti Rajalele, bila mencapai 9 ton/hektar gabah kering pungut (GKP) itu hebat, apalagi varietas lokal. Sebab hanya mencapai 7 ton/hektar itu biasa, paling banyak 7,3 ton/hektar," kata Subowo.

Dia menyatakan keraguannya secara praktek bila pencapaian hasil panen Super Toy yang terus meningkat atau naik dari masa panen pertama hingga ketiga yang dikatakan bisa mencapai 15 hingga 20 ton/hektar. Sebab biasanya pada masa singgang atau masa panen berikutnya pasti akan menurun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengalaman penelitian yang dilakukan oleh peneliti BPTP Yogyakarta seperti yang dilakukan Pak Rob Muji Sihono pada masa setelah panen pertama justru turun hingga sekitar 6,3 ton/hektar atau menurun lebih dari 15 persen. Kalau naik sampai berlipat-lipat itu hebat sekali," kata Bowo didampingi Rob Muji Sihono.

Bowo mengatakan hasil 7 ton/hektar itu dengan catatan tidak ada hama wereng atau hewan serangga lain seperti walang sangit, kepik, hama penggerek batang padi atau dimakan burung. Kenyataannya di Grabag ,Purworejo atau di wilayah lain juga dimakan hama wereng dan serangga lain.

Menurut Bowo, penggunaan pupuk kimia untuk Super Toy juga lebih banyak dibanding jenis lainnya. Pupuk Urea diberikan 2 kali masing-masing 75 kg/ha, pupuk SP-36 sebanyak 3 kali masing-masing 75 kg/ha, pupuk KCL 3 kali masing-masing 75 kg/ha, pupuk ZA sebanyak 75 kg/ha dan NPK Mutiara sebanyak 3 kali masing-masing 75 kg/ha.

"Pemakaian pupuk di atas 100 kg untuk SP-36 dan KCL hingga 225 kg/ha itu sudah tidak signifikan dan tidak akan meningkatkan hasil," pungkas Bowo. (bgs/asy)


Berita Terkait