Seperti terlihat di koridor Pinang Ranti - Pluit sepanjang 56 km, belum ada tanda-tanda akan beroperasinya alat transportasi kebanggaan Sutiyoso tersebut. Warga Pancoran, Amelia, 26, sangat menantikan bus alternatif tersebut.
"Saya kerja di Pluit, jadi kalau sudah beroperasi kan tinggal sekali jalan. Kalau sekarang dua kali naik bus. Dari sini turun di Grogol. Baru nyambung ke Pluit," ujarnya kepada detikcom di halte bus Pancoran, Jalan MT Haryono, Jumat (5/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski berharap cepat beroperasi, warga Jakarta pun minta supaya pelayanan tetap diutamakan. Seperti ketersediaan bus yang memadai antara jumlah penumpang dengan jumlah bus.
"Jangan seperti yang terjadi di Kampung Rambutan-Kampung Melayu. Harus nunggu lebih dari setengah jam. Sekali dapat bus, kita harus berdesakan," kisah Sastro (32), warga Kramat Pela, Kebayoran Lama, di tempat yang sama.
Pantauan detikcom di terminal Lebak Bulus, terminal bus TransJ nyaris rampung. Hanya tinggal pembenahan di sana-sini seperti papan nama, rolling door halte dan pembenahan ruang tunggu. Begitu juga halte bus TransJ sepanjang jalan Panjang, Jakarta Barat.
"Katanya Agustus sudah operasi, terus mundur lagi. September juga belum jalan. Jadi kapan dong?" tanya balik Rodiyah (49), warga Radio Dalam.
(asp/nrl)











































