Jubir Istana: Supertoy Tak Ada Kaitannya dengan SBY

Jubir Istana: Supertoy Tak Ada Kaitannya dengan SBY

- detikNews
Kamis, 04 Sep 2008 16:37 WIB
Jubir Istana: Supertoy Tak Ada Kaitannya dengan SBY
Jakarta - Presiden SBY dan Ny Any Yudhoyono hadir dalam panen raya padi Supertoy HL2 di Purworejo, Jawa Tengah. Belakangan para petani yang menanam padi itu protes dan membakar padi karena gagal. Istana menegaskan, SBY tidak terkait Supertoy.

Menurut Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng, kehadiran SBY karena diundang oleh Bupati Purworejo Kelik Sumrahadi. "Presiden hanya diundang untuk melakukan panen raya," kata Andi kepada detikcom, Kamis (4/9/2008).

Andi menegaskan, kehadiran SBY itu, sebagai bentuk dukungan Presiden untuk siapapun yang mengembangkan penemuan seperti varietas unggul. "Presiden hanya hadir, hanya memenuhi undangan," tandas Andi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, Andi pun membantah proyek padi Supertoy yang diproduksi oleh PT Sarana Harapan Indopangan (SHI)Β  itu sebagai proyek pemerintah. "Apa yang terjadi dengan produksi itu, tidak ada kaitannya dengah SBY karena itu bukan proyek pemerintah," lanjutnya.

Tapi Pak, PT SHI kan dipimpin oleh Heru Lelono yang menjabat sebagai staf ahli Presiden SBY? "Saya hanya bilang, itu bukan program pemerintah. Tidak ada kaitannya. SBY benar-benar hanya menghadiri undangan Bupati," tandasnya.

Lalu bagaimana dengan Heru Lelono yang sudah dua kali membuat heboh yakni proyek Blue Energi dan Padi Supertoy? "Silakan tanya sendiri, saya nggak bisa komentar," ujarnya.

Para petani Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah melakukan protes pada Rabu 3 September. Mereka merasa tertipu ratusan juta rupiah lantaran panen padi jenis unggul Supertoy HL2 puso alias kopong.

Padahal dalam panen perdana yang dihadiri Presiden SBY hasilnya cukup menggiurkan. Dalam acara itu SBY sempat membangga-banggakan keunggulan Supertoy HL2.

Petani di Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mengaku kapok menanam padi Supertoy HL2. Sebab kualitas padi ini ternyata lebih buruk dibandingkan jenis IR yang biasa mereka tanam. (ken/iy)


Berita Terkait