DetikNews
Sabtu 30 Juni 2007, 18:16 WIB

Julius Usman, Sang Politisi Kontroversial

- detikNews
Jakarta - Nama Julius Usman mendadak terkenal saat dirinya mencalonkan diri sebagai calon Wakil Presiden pada tahun 2007. Dia berpasangan dengan Sri Bintang Pamungkas yang menjadi calon presiden. Dia dikenal sebagai pejuang demokrasi. Namun, dia juga dikenal sebagai politisi yang kontroversial. Di zaman Soeharto, Julius dikenal sebagai pejuang demokrasi bersama tokoh vokal Sri Bintang Pamungkas. Nama Julius Usman disorot aparat saat mendirikan Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI) bersama Sri Bintang Pamungkas. Cukup berani memang! Pendirian parpol di zaman Orde Baru tentu masih dianggap sebagai tindakan subversif, karena parpol hanya dibatasi tiga: PPP, Golkar, dan PDI. Julius dan Sri Bintang membebaskan kebekuan saat itu. Perjuangan mereka mendirikan parpol akhirnya gol juga setelah Soeharto lengser. Pemilu 1999 akhirnya diikuti oleh puluhan parpol. Tapi di tahun 1999, secara mengejutkan Julius Usman malah meninggalkan PUDI. Dia bergabung dengan PDIP dan menjadi calon legislatif (caleg). Dia pun menjadi anggota Fraksi PDIP periode 1999-2004, meski akhirnya kemudian dia direcall PDIP dari DPR bersama Haryanto Taslam. Di kalangan PDIP, Julius yang dikenal vokal memiliki friksi dengan para pengurus PDIP lainnya. Lagi-lagi Julius Usman melakukan langkah kontroversial bersama para tokoh PDIP yang vokal. Menjelang Pilpres 2004, tiba-tiba Julius bersama Meilono Soewondo mendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (JK) dan meninggalkan pasangan Megawati-Hasyim. Sikap Julius ini membuat gerah para pengurus PDIP. Bahkan Sekjen DPP PDIP saat itu, Sutjipto, menilai kehadiran Julius Usman tidak signifikan buat PDIP. \\\"Itu kan sudah menjadi kebiasaan beliau yang sering meloncat-loncat,\\\" kata Sutjipto saat itu. Kontroversi Julius tidak sampai di situ. Meski pada 2004 mendukung pasangan SBY-JK, namun pada Januari 2007, Julius bergabung dengan Hariman Siregar menggelar Gerakan Cabut Mandat. Aksi yang diikuti sejumlah kalangan pro demokrasi seperti WS Rendra dan Moeslim Abdurrahman ini mengkritik kebijakan SBY-JK. Kini, tokoh kontroversial itu telah pergi. Julius meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS MMC Kuningan pukul 14.32 WIB, Sabtu (30\/6\/2007). Mantan Ketua Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) ini meninggal dunia karena komplikasi penyakit yang dideritanya. Selamat jalan, Bang Julius!


(asy/asy)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed