detikNews
Rabu 16 Oktober 2019, 00:08 WIB

OTT Berturut dalam 2 Hari, KPK: Belum Tahu Kalau UU Baru Berlaku

Haris Fadhil - detikNews
OTT Berturut dalam 2 Hari, KPK: Belum Tahu Kalau UU Baru Berlaku Kabiro Humas KPK Febri Diansyah (Pradita Utama/detikcom)
FOKUS BERITA: KPK di Ujung Tanduk
Jakarta - KPK melakukan dua operasi tangkap tangan (OTT) dalam dua hari berturut-turut. Menurut KPK, penindakan seperti ini belum tentu bisa dilakukan jika UU baru berlaku.

"KPK berupaya bekerja sebaik-baiknya saja sekarang. Karena itu kan amanat dari publik melalui UU 30 Tahun 2002 yang berlaku saat ini. Kami juga belum mengetahui apakah nanti dengan segala catatan yang telah kami temukan di UU yang baru tersebut, apakah KPK masih bisa lakukan OTT atau tidak misalnya atau penindakan lain," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (15/10/2019).



Dia mengatakan ada sejumlah perubahan dalam UU KPK baru yang bisa melemahkan kinerja KPK. Antara lain soal penyadapan yang sudah dibatasi hingga KPK yang tak lagi bisa melarang seorang bepergian ke luar negeri di tahap penyelidikan.

"Ada beberapa perubahan kewenangan penindakan yang berisiko melemahkan KPK. Penyadapan sudah dibatasi di tahapan penyelidikan dan penyidikan saja, tidak bisa lagi di tahap penuntutan, nanti begitu Dewan Pengawas ada, maka dibutuhkan izin penyadapan dan dengan waktu yang terbatas," ujar Febri.

"Sejumlah kewenangan lain untuk meminimalisir para pelaku korupsi atau pihak terkait kabur ke luar negeri juga berubah, KPK tidak bisa lagi lakukan pelarangan ke luar negeri terhadap seseorang di tahap penyelidikan dan aturan-aturan lain yang multitafsir," sambungnya.
Saat ini KPK memang masih beroperasi dengan dasar hukum UU KPK yang terbit tahun 2002. UU KPK baru, jika tak ada Perppu yang membatalkan, bakal otomatis berlaku pada 17 Oktober 2019.

Kembali ke soal OTT, KPK pada Senin (14/10) malam melakukan OTT terhadap Bupati Indramayu Supendi, yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kemudian, KPK kembali melakukan OTT pada Selasa (15/10) malam dengan mengamankan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XII, Refly Ruddy Tangkere.



Tonton video KPK Amankan 8 Orang Terkait OTT di Kaltim:

[Gambas:Video 20detik]



(haf/dhn)


FOKUS BERITA: KPK di Ujung Tanduk
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com