detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 14:32 WIB

Deklarasi Caketum Golkar, Bamsoet Singgung Pasukan Singa Dipimpin Domba

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Deklarasi Caketum Golkar, Bamsoet Singgung Pasukan Singa Dipimpin Domba Bamsoet (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta - Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum (caketum) Partai Golkar. Maju sebagai caketum, ia mengaku tidak takut kepada pasukan singa yang dipimpin domba.

"Rakyat juga akan menilai siapa pemimpin yang baik bagi bangsa kita. Saya tidak pernah takut menghadapi pasukan singa yang dipimpin oleh domba. Tapi saya takut kepada pasukan domba yang dipimpin oleh seekor singa," ujar Bamsoet di The Sultan Hotel, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019).


Selain itu, Bamsoet berharap Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar dengan agenda pemilihan ketum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Dia ingin pemilihan Ketum Golkar berlangsung secara demokratis.

"Kemudian kalau Munas dilakukan dalam waktu dekat kita berharap itu berlangsung dengan demokratis tanpa tekan-menekan, tanpa ancam-mengancam dan rekayasa demokrasi lainnya. Tidak pernah dikenal di Golkar itu dukungan atau pemaksaan aklamasi. Tidak pernah memaksakan adanya calon tunggal," kata dia.

Bamsoet mengatakan setiap kader memiliki tanggung jawab membesarkan partai. Selain itu, Golkar harus mampu menjadi rumah besar bersama.

"Saudara sekalian, kita memiliki tanggung jawab yang sama membesarkan partai ini menjadi partai tengah. Menjadi partai yang menjadi rumah besar bersama. Entah itu profesional, kaum buruh mahasiswa, ulama, tentara/Polri purnawirawan dan keluarga besar mereka," kata dia.


Ketua DPR RI itu mengatakan harapan rakyat ada di pundak partai sehingga partai harus dijalankan dengan tata kelola yang baik. "Jadi harapan rakyat ada di pundak kita maka tidak boleh tidak. Kita harus menjaga partai ini dengan baik dengan tata kelola organisasi yang baik. Tidak boleh ada lagi Plt-Plt, tidak boleh ada lagi ancam-mengancam," kata Bamsoet.

Lebih lanjut, Bamsoet menyebut Golkar adalah organisasi yang demokratis. Sebagai 'partai tua', Golkar harus memberikan contoh yang baik.

"Kita organisasi yang demokratis dan kita harus memberi contoh pada yang lain. Golkar adalah partai tua, jadi harus jadi panutan. Kalau bukan kita, siapa lagi," katanya.

Simak Video "Komite Pemilihan Belum Terima Surat Pengunduran Diri Bamsoet"
[Gambas:Video 20detik]

(lir/gbr)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com