detikNews
Senin 04 Februari 2019, 09:41 WIB

TKN: Jokowi Bongkar Strategi Firehose of Falsehood, Rakyat Jangan Tertipu!

Yulida Medistiara - detikNews
TKN: Jokowi Bongkar Strategi Firehose of Falsehood, Rakyat Jangan Tertipu! Ace Hasan Syadzily (Foto: Zunita Putri/detikcom).
Jakarta - Juru bicara TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, mengungkapkan alasan Jokowi berbicara soal antek asing dan propaganda Rusia. Menurut Ace, Jokowi sedang membongkar strategi kampanye lawan politik, yaitu strategi firehose of falsehood.

"Semburan hoax ini by design untuk membangun framing negara kita sudah dikuasai asing, hilang kedaulatan dan juga pada ambang kebangkrutan. Cara ini mirip dengan strategi firehose of falsehood yang digunakan dalam Pilpres AS dan Brazil. Di AS, Trump menggunakan model propaganda ini dan mengangkat tema Make America Great Again. Tema yang sama juga berkali kali digunakan oleh Prabowo dengan gunakan propaganda yang sama Make Indonesia Great Again," ujar Ace, saat dihubungi, Senin (4/2/2019).

"Kemiripan ini bukan kebetulan, ada indikasi untuk menjiplak propaganda Trump untuk digunakan di Indonesia. Bisa saja untuk kebutuhan itu didatangkan konsultan-konsultan asing untuk mendukung penggunaan propaganda ini," imbuhnya.


Ace memaparkan, propoganda ala firehose of falsehood itu memiliki ciri-ciri pertama, berusaha mendapatkan perhatian media dengan pernyataan dan tindakan yang konyol dan mengundang kontroversi. Kedua, melemparkan pernyataan-pernyataan yang bentuknya partial truth, misleading claim dan bahkan bohong.

"Tujuannya menghilangkan kepercayaan pada data obyektif dan merusak kredibilitas sumber data. Ketiga, pernyataan itu dikeluarkan secara berulang-ulang dan terus menerus sehingga menjangkau banyak orang," ujar Ace.

Ciri keempat menuduh lawan politik melakukan kebohongan. Kelima, menyentuh sisi-sisi sentimen atau emosional dengan menebar kebecian, keterancaman dan ketakutan untuk membuat masyarakat bersikap konservatif.


"Dengan membongkar strategi propaganda ini, Pak Jokowi mengingatkan rakyat agar tidak tertipu oleh model propaganda seperti itu. Selain itu, Pak Jokowi memberi peringatan terhadap bahaya penggunaan propaganda seperti ini karena bisa memecah belah dan mengadu domba rakyat. Sangat besar ongkos yang dipertaruhkan jika elite politik untuk kepentingan pragmatisme politik menghalalkan segala cara untuk mencapai kemenanngan," ujar Ace.

Menurut Ace alasan Jokowi menyerang balik kubu lawannya adalah untuk mengingatkan publik untuk memperingati ada bahaya propaganda layaknya Pemilu AS. Ia lantas mempertanyakan siapa yang menggunakan strategi asing untuk memenangkan Pilpres tersebut.


"Artinya, siapa sebenarnya menggunakan cara-cara dan strategi asing untuk memenangkan Pilpres 2019 ini," ungkap Ace.

Sementara itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Maruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan Jokowi ingin memaparkan bahwa tuduhan dia pro asing tidak benar. Sebab Indonesia berhasil merebut saham Freeport Indonesia, mencegah kapal asing masuk ke NKRI, dan menunjukan dukungannya terhadap Palestina dan muslim Rohingya.

Selaras dengan Karding, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Irma Suryani Chaniago juga mengatakan hal serupa. Ia menambahkan Jokowi sudah kesal dengan pihak-pihak yang menyerang dengan hoax yang mengatakan dia antek asing.


"Sesabar sabarnya orang tentu ada batas, selama ini ada pihak yang selalu nuduh dan nyebarin info bohong ke rakyat lewat medsos, bahwa pemerintah saat ini antek asing! Gimana mau antek asing lah Freeport aja diambil alih, Blok Rokan diambil, sementara yang ngemis-ngemis bantuan dan support asing sampai tega dan jelek-jelekin bangsa sendiri demi mendapat simpati dan support asing," ungkap Irma.

Sebelumnya, Jokowi kembali berbicara soal propaganda ala Rusia yang dipakai lawan politiknya. Propaganda ini, kata Jokowi, hanya terus menebar hoax dan ketakutan. Jokowi menuding elite yang menggunakan propaganda Rusia memakai jasa konsultan asing. Namun Jokowi tidak menyebut siapa elite tersebut.


Jokowi menambahkan, dia kerap dituding sebagai antek asing. Jokowi menepisnya dengan kebijakan pemerintah mengambil alih Blok Rokan, Blok Mahakam, dan kepemilikan saham 51 persen di PT Freeport.

"Yang antek asing siapa? Jangan begitu dong. Maksudnya, jangan nunjuk-nunjuk dia antek asing, padahal dirinya sendiri antek asing. Nggak mempan antek asing, ganti lagi," ujar Jokowi, di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (3/2/2019).


Serang Kubu Lawan, Apa Kata Jokowi? Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


(yld/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com