DetikNews
Kamis 23 Agustus 2018, 15:53 WIB

JK Nilai Kasus Meiliana Bukan Soal Toleransi

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
JK Nilai Kasus Meiliana Bukan Soal Toleransi Foto: Wapres Jusuf Kalla. (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai kasus Meiliana yang dihukum 18 bulan bui karena mengeluhkan suara azan bukan terkait masalah toleransi. Menurut JK, kasus Meiliana harus diperjelas, apakah yang diprotes terkait suara azan atau pengajian di masjid.

"Ini bukan soal toleransi, toleransi itu kedua belah pihak. Toleransi jangan sepihak, toleransi itu baik yang agama b atau agama a, itu dua-duanya harus toleransi," ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (23/8/2018).


JK juga mengakui dirinya sering meminta masjid di dekat rumahnya untuk tidak menyaringkan suara masjid dan agar jangan memperpanjang suara pengajian.

"Kasusnya (Meiliana) mungkin harus diinvestigasi jelasnya apa. Apakah yang diprotes itu pengajiannnya? Saya sendiri sering di rumah, saya minta masjid jangan diperpanjang, karena kita sudah bangun ni, saya sering telepon masjid, 'jangan tengah malam mengaji'," katanya.

JK mengatakan suara masjid juga harus menghormati orang lain. Namun, suara azan tetaplah hukumnya wajib dikumandangkan.

"Tapi jangan terlalu melampaui azan di masjid yang lainnya. Karena itu suaranya jangan terlalu keras," tuturnya.


Meiliana dianggap menistakan agama Islam karena memprotes volume suara azan yang menurutnya terlalu keras. Meiliana divonis hukuman penjara selama 18 bulan.


Tonton juga video: 'Kisah Meiliana Pengeluh Suara Azan yang Berujung Penjara'

[Gambas:Video 20detik]


(nvl/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed