DetikNews
2018/08/22 15:46:05 WIB

Kronologi Lengkap Keluhan Volume Azan yang Berujung 18 Bulan Bui

Andi Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kronologi Lengkap Keluhan Volume Azan yang Berujung 18 Bulan Bui Ilustrasi (dikhy/detikcom)
Medan - Meiliana mengeluhkan suara azan yang terlalu kencang. Akibatnya, rumahnya dirusak warga. Tidak hanya itu, Meiliana juga dihukum 18 bulan penjara. Bagaimana kronologinya?

Berikut kronologi kasus Meiliana yang dirangkum dari berkas dakwaan sebagaimana dikutip detikcom, Rabu (22/8/2018):

Juli 2016
Pukul 08.00 WIB

Meiliana datang ke kios di Jalan Karya Lingkungan I Kelurahan Tanjungbalai Kota I Kecamatan Tanjungbalai Selatan Kota Tanjungbalai, Sumut.

"Kak, tolong bilang sama uak itu, kecilkan suara mesjid itu kak, sakit kupingku, ribut," kata Meiliana ke Kasini alias Kak Uo.

"Iyalah nanti kubilangkan," jawab Kak Uo.

Besoknya, Kak Uo mendatangi adiknya, Hermayanti.

"Orang China muka itu minta kecilkan volume mesjid," ujar Kak Uo.

"Yang mano, siapo?" tanya Hermayanti.

"Istri si Atui," jawab Kak Uo.

"Bilangkanlah sama bapak," ujar Hermayanti.

"Malas aku, kau lah bilangkan, aku takut," kata Kak Uno.

Besoknya, datang Kasidik ke kedai Kak Uo.

"Ada orang China itu, datang ke kedai kau ya?" tanya Kasidik.

"Iyo ado pak, dia minta kecilkan suara mesjid itu Pak, bising dio katonya," ujar Kak Uo.

"Iyolah nanti ku sampaikan ke BKM Mesjid Al Makhsum," jawab Kasidik.

29 Juli 2016
Pukul 10.00 WIB

Kasidik bertemu dengan Ketua BKM, Sayuti di Jalan Bahagia, Kecamatan Tanjungbalai Selatan Kota Tanjungbalai.

"Pak Sayuti, China depan rumah kami itu, gimana ya. Minta kecilkan suara volume mesjid kita itu," ujar Kasidik.

"Ya udahlah, nanti saya datang ke mesjid nanti kita bicarakan di mesjid," jawab Sayuti.

Pukul 16.00 WIB
Selesai salat Ashar, Kasidik bertemu dengan saksi Sahrir alias Pak Er.

"Er, China depan itu minta kecilkan volume mesjid ini, bising katanya telinganya. Bagimana solusinya?"ujar Kasidik.

"Ya nantilah. Nanti kita kasih tahu sama Pak Lobe dan Pak Dai Lami," jawab Pak Er.

Pukul 18.00 WIB.
Sehabis salat Magrib, saksi Kasidik bertemu dengan Pak Zul Sambas, Haris Tua alias Pak Lobe dan Dailami.

"Macam mana ini China yang di depan itu minta suara volume mesjid dikecilkan," ujar Kadisik.

"Ayok kita ke rumahnya," jawab Pak Zul Sambas dkk.


Pukul 19.00 WIB.
Mereka sampai di rumah Meiliana. Tak berapa lama, Meiliana menemui rombongan tersebut.

"Ada kakak bilang kecilkan suara mesjid itu?" tanya perwakilan rombongan.

"Ya lah, kecilkanlah suara mesjid itu ya. Bising telinga saya pekak mendengar itu," ujar Meiliana.

"Jangan gitulah. Kalau kecil suara volumenya nggak dengar," jawab Haris Tua.

"Punya perasaanlah kalian sikit," pinta Meiliana.

"Kakak jangan lah gitu bercakap, haruslah sopan sikit," ujar Pak Lobe.


Setelah itu, rombongan itu kembali ke masjid untuk salat Isya. Tak berapa lama, suami Meiliana, Lian Tui datang ke masjid untuk meminta maaf. Namun pada saat itu masyarakat di sekitar saling bercerita sehingga masyarakat menjadi ramai.

Pukul 21.00 WIB
Masyarakat mulai gaduh dan berkumpul di kantor kelurahan.

Pukul 23.00 WIB
Masyarakat semakin ramai dan berteriak 'Bakar,bakar'. Lalu ada yang berteriak "Allahu Akbar, Allahu Akbar'.

Massa tidak terkendali dan melempari dan merusak rumah Meiliani. Selain itu, vihara yang ada di kota itu juag ikut dirusak.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed