DetikNews
Rabu 08 November 2017, 20:37 WIB

Ulama di Madura Laporkan Megawati ke Polda Jatim

Rois Jajeli - detikNews
Ulama di Madura Laporkan Megawati ke Polda Jatim Foto: Para ulama di Polda Jatim (Rois-detikcom)
Surabaya - Para ulama di Madura mendatangi gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Timur. Mereka melaporkan Megawati Soekarnoputri-Ketua Umum PDI Perjuangan, atas isi pidatonya di HUT ke 44 PDIP, yang diduga melanggar Pasal 156 KUHP.

"Saya sempat berdebat dengan petugas SPKT. Akhirnya laporan klien kami diterima," kata Andry Ernawan kuasa hukum pelapor di gedung SPKT Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (8/11/2017).

Para ulama dari Madura telah menerima Tanda bukti lapor dengan nomor TBL/1447/XI/2017/UM/JATIM pada Rabu 8 November 2017. Pelapor adalah KH M Ali Salim yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Ishlah, Pamekasan.

Bukti laporan yang diserahkan ke polisi yakni CD yang isinya rekaman video pidato Ketum Megawati saat pidato dalam rangka HUT ke 44 PDIP di Jakarta pada Januari 2017 lalu.

"Kami melaporkan dugaan, Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan, permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap sesuatu atau beberapa golongan penduduk Negara Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 KUHP," jelas Andir.

Sementara itu, Ustaz Saifudin, juru bicara pelapor mengatakan, pidato yang disampaikan Megawati Soekarnoputri menyinggung umat umat Islam di Madura, Pidato Megawati itu berlangsung Januari lalu. Ustaz Saifudin mengatakan, kiai di Madura melaporkan Megawati ke Polda Jatim, karena baru mendengarnya.

"Kia di Madura melaporkan sekarang, setelah mereka mendengar dan mendapatkan laporan dari umat Islam dari santrinya. Akhirnya membuka YouTube, walau agak terlambat," jelasnya.

Sebelum ini, sebuah LSM juga pernah melaporkan Megawati terkait pidato yang sama ke Bareskrim Mabes Polri pada 23 Januari 2017 lalu. Ditanya tentang adanya laporan yang sama atas isi pidato Megawati. Kiai di Madura ini mengaku tidak tahu ada laporan sebelumnya atau tidak.

"Kiai Madura, umat Islam di Madura, tidak tahu ada laporan atau tidak. Mereka mendapatkan laporan dari umat Islam dari santrinya. Kemudian mereka membuka YouTube, membuka medsos, mereka print, mereka simpan di CD dan dibawa dilaporkan ke polda," pungkasnya.
(roi/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed