DetikNews
Kamis 18 Juni 2015, 18:17 WIB

PPI Inggris Buat Kampanye Supaya Difabel Berani Kuliah ke Luar Negeri

Nograhany Widhi K - detikNews
PPI Inggris Buat Kampanye Supaya Difabel Berani Kuliah ke Luar Negeri (Foto: tangkapan layar youtube PPI UK)
Jakarta - Belum banyak penyandang disabilitas yang berani berkuliah di luar negeri. Keterbatasan fisik membuat mereka minder lebih dulu. Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Inggris pun membuat kampanye yang mendorong para penyandang disabilitas ini berani berkuliah di luar negeri.

Seorang mahasiswa berprestasi dari Indonesia penyandang disabilitas dan kini berkuliah di Universitas Manchester Inggris, Muhammad Zulfikar Rakhmat mendapati bahwa para penyandang disabilitas di Indonesia masih banyak yang minder dan tak percaya diri untuk berkuliah di luar negeri.

Fikar melihat, lembaga pembiayaan beasiswa di Indonesia seperti LPDP belum ada yang memberangkatkan mahasiswa disabilitas, setidaknya itu yang didapati Fikar di Inggris. Hal berbeda ditemuinya pada lembaga pembiayaan beasiswa internasional seperti British Chevening.

"Beasiswa Chevening itu masuknya susah, dan kemungkinan tidak membedakan. Saya tahu ada beberapa mahasiswa India dan Pakistan dari lembaga beasiswa ini yang menyandang disabilitas," jelas pemuda yang kini mengambil jurusan politik internasional Universitas Manchester Inggris.

Padahal, berkuliah di luar negeri bagi penyandang disabilitas tidak susah karena rata-rata kampus di Inggris sangat ramah bagi penyandang disabilitas. Semua fasilitas kampus seperti jalan hingga toilet ramah penyandang disabilitas, selalu ada petugas dan sukarelawan yang mendampingi mahasiswa difabel ini.

"Banyak yang sedang studi di Inggris memiliki kantor disabilitas mahasiswa. Jadi mereka yang memiliki disabilitas dianjurkan untuk mendaftar melalui email, apa saja yang dibutuhkan untuk menunjang studi. Bahkan sebelum surat penerimaan keluar, email disabilitas ini sudah keluar lebih dulu," tutur Fikar saat berbincang dengan detikcom yang ditulis, Kamis (18/6/2015).

Bersama dengan Ketua PPI Inggris, Aldo Kaligis, Fikar membuat video kampanye yang mendorong penyandang disabilitas berani berkuliah sampai ke Inggris seperti dirinya.

Dalam kesempatan yang berbeda, Aldo menambahkan bahwa video tersebut merupakan program dari subdivisi difabel yang pertama kali dibentuk oleh PPI UK, pertama dari PPI seluruh dunia. Aldo membuka divisi difabel di bawah PPI yang dipimpinnya karena pernah gusar melihat Fikar yang mengaku mengangkat-angkat koper-koper besar sendirian, tanpa ada yang membantu.

"Saya pikir kaya gini nggak bisa dibiarin. Saya ngobrol sama Fikar bahwa kita nggak bisa diam-diam saja. Manusia itu sederajat, yang bisa kita tekankan adalah membantu manusia dengan manusia lain, harus ada aware dulu," jelas Aldo saat dihubungi detikcom hari ini.

Maka menyebarkan pesan melalui video adalah salah satu cara supaya pesan mendorong orang disabilitas untuk berani memasang target sekolah yang tinggi tecapai. "Saya memasang target yang realistis, memang tidak serta merta itu bisa terjadi," tutur rekan satu kampus Fikar ini.

"Jangan pernah menyerah. Apalagi di UK, fasilitas disabilitas tersedia dengan baik, tidak diskriminasi. Bercita-citalah setinggi mungkin, kekurangan itu bukan halangan untuk menggapai cita-cita itu," pesan Fikar.

Berikut salah satu video dan pesan mereka yang bisa disimak di sini:


(nwk/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed