DetikNews
Jumat 03 Desember 2004, 16:25 WIB

Budiman Sudjatmiko dan 51 Aktivis Masuk PDIP

- detikNews
Jakarta - Sekitar 52 aktivis mendeklarasikan Relawan Perjuangan Demokrasi (RPD) dan memilih bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Salah seorang dari mereka adalah mantan Ketum Partai Rakyat Demokratik (PRD) Budiman Sudjatmiko. Acara deklarasi berlangsung di Hotel Sofyan Betawi, Jl. Cut Meutia, Menteng, Jakarta, Jumat (3\/12\/2004). Selain Budiman, mereka yang ikut bergabung diantaranya Rahardjo Waluyo Jati (PRD), mantan Ketua Pijar Haikal, Akuat Supriyanto, Beathor Suryadi, Masinton Pasaribu (Front Perjuangan Pemuda Indonesia) serta Sinyo (Gerakan Bersama Rakyat). Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Budiman, pertimbangan mereka mendeklarasikan RPD dan bergabung dengan PDIP untuk mengembalikan partai itu sebagai partai perjuangan berbasis kerakyatan. \\\"Prinsip kami parpol harus selalu dihidupi dengan aliran darah, tenaga dan pikiran yang tegar. Karenanya, meski sejauh ini fungsi-fungsi parpol masih belum optimal bahkan di sana-sini banyak kelemahan kami memandang tidak sepatutnya parpol diabaikan dalam mewujudkan demokrasi,\\\" ujarnya.Dikatakan Budiman, perjuangan mereka memiliki persamaan dengan cita-cita PDIP. Untuk itu, lanjut Budiman, mereka memilih partai yang nasionalis, pluralis dan berbasis kerakyatan. \\\"Meski masih banyak yang harus dibenahi dalam profesionalisme, etika moral, visi perjuangan dan program lainnya di PDIP, ini semua tantangan bagi PDIP untuk menjadi patai wong cilik,\\\" katanya. Ditanya apakah bergaungnya mereka ke PDIP kerena sudah lelah di jalanan dan ingin mencari keuntungan, Budiman secara tegas membantahnya. Dikatakan Budiman, tugas generasi muda bukan mempertahankan idealisme tetapi merealisasikannya. \\\"Kami tidak berubah dengan idealisme kami, tapi kami hanya ingin merealisaikan ide-ide dan gagasan kami ke dalam partai. Soal miskin atau tidak, kami tidak mencari kekayaan di dalam partai. Kami memang sebelumnya sudah ada yang bekerja di lain tempat. Kita akan tunjukkan tidak akan mencari kekayan di partai,\\\" tandasnya. Beathor Suryadi menambahkan, masuknya kaum muda ke PDIP akan menjadi modal besar bagi partai pimpinan Megawati itu. Selama ini, para aktivis pro demokrasi hanya menonton dan terpinggirkan. \\\"Untuk itu kami memilih PDIP sebagai partai yang terbuka, pluralis dan nasionalis sebagai alat politik kami,\\\" ungkapnya. Isi Formulir<\/b>Usai dekrarasi, mereka mengisi formulir untuk mendapatkan KTA. Selanjutnya, formulir itu diserahkan kepada anggota DPR Trimedya Panjaitan yang hadir dalam acara itu. \\\"Saya bukan pengurus DPP mungkin nanti dicari waktu yang pas untuk menyerahkan (formulir) ke DPP, mungkin juga diserahkan ke ketum. Tapi kapan waktunya saya belum tahu. Memang setelah rapat panitia persiapan kongres PDIP tadi malam, DPP senang dengan bergabungnya teman-teman ini tinggal bagaimana proses seremonial untuk dibuatkan KTA,\\\" jelasnya. Ia mengingatkan, atmosfir pergerakan berbeda dengan partai. Karena itu, ia berharap mereka tidak menempatkan posisinya terlalu tinggi. \\\"Kalau terlalu tinggi memposisikan diri akan kecewa. Tapi kalau berkomitmen mengembalikan jati diri PDIP sebagai partai wong cilik, kita akan sama bekerja,\\\" katanya.


(rif/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed