Belasan Murid Pengajian Jadi Korban Sodomi Guru Ngaji di Jaktim

- detikNews
Sabtu, 27 Apr 2013 08:30 WIB
Jakarta - Belasan murid pengajian di daerah Cakung diduga menjadi korban pencabulan oleh guru ngaji. Mereka melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Metro Jakarta Timur.

Setidaknya ada lima orang ibu rumah tangga yang mendatangi Mapolres Jakarta Timur bersama delapan orang anaknya yang menjadi korban. Kelima ibu rumah tangga tersebut bermaksud melaporkan seorang guru ngaji AAS (27). Kasus pencabulan tersebut terungkap ketika salah satu anak murid dari guru pengajian mengeluhkan kepada orang tua, mengenai nyeri di bagian lubang dubur.

Pengakuan korban saat itu merembet ke korban-korban yang lain diketahui ada sekitar 15 anak laki-laki yang menjadi korban. Alhasil masing-masing orang tua korban kemudian mendatangi kontrakan pelaku.
Saat itu pelaku hampir saja dikeroyok masa yang telah naik pitam. Namun ketua RW langsung mengambil tindakan dengan mengamankan pelaku, lantas ketua RW pun langsung menghubungi pihak kepolsian sektor Cakung untuk membawa pelaku ke Mapolres Jaktim.

Salah seorang ibu korban dugaan sodomi tersebut menceritakan setidaknya ada 15 anak laki-laki di sekitar tempat tinggalnya menjadi korban pelecehan seksual.

"Total ada 15 anak laki-laki di tempat tinggalnya yang diduga dicabuli AA. Anak-anak itu merupakan murid mengaji AA," ujar salah seorang ibu korban, usai membuat laporkan ke SPK Mapolres Jaktim, Jumat (26/4/2013).

Sang ibu mengatakan sehari-harinya pengajian tersebut selalu dilakukan di rumah miliknya. Kurang lebih sudah sekitar satu tahun pelaku menjadi guru ngaji.

"Sebetulnya AA bukan orang baru di tempat tinggal kami karena dia juga anak tetangga kami," katanya.

Lebih lanjut ia menuturkan ketika itu pelaku baru saja pindah dari Tangerang, selama itu ia tinggal dengan mengontrak rumah. "Dugaan itu muncul ketika sang anak mengaku selalu digituin sama pelaku ketika mengaji ditempat kontrakannya," lanjutnya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun setidaknya ke delapan orang tersebut tengah melakukan visum di rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara saat dikonfirmasi Kabag Humas Mapolres Jakarta Timur, Kompol Didik Haryadi membenarkan adanya laporan tersebut.

"Saat ini masih dalam proses penyelidikan, informasi sementara korban ada 18 dan 8 orang baru menjalani visum," tandasnya.


(edo/fjr)