Korban dipukul bagian pelipis mata kiri hingga memar dan mengeluarkan darah di mulutnya. Sama'iyah yang tergolong keluarga miskin ini mengaku heran dengan sikap kades yang menganiaya tanpa alasan jelas.
Sama'iyah mengaku Kepala Desa terpilih, Hosni Hafik tiba-tiba datang ke rumahnya dan langsung mukul tanpa ada penjelasan kesalahannya. "Dia datang langsung mukul di bagian pelipis kiri," ujar Sama'iyah kepada wartawam usai melapor di Polsek Kota, Jalan Trunojoyo, Sumenep, Rabu (3/9/2008).
Dia menduga aksi pemukulan yang dilakukan petinggi desa itu karena utang arisan yang belum terbayar sebesar Rp 140 ribu. Rinciannya, Rp 90 ribu utang pada ibu kades terpilih dan sisanya utang pada kakak kades.
"Saya sudah minta maaf dan mohon penundaan pembayaran utang itu sampai dana bantuan langsung tunai (BLT) cair, tapi pak kades sepertinya tidak terima," kata Sama'iyah.
Dia mengaku merasa terhina dengan sikap kades yang tidak bijaksana tersebut. Sehingga melaporkan kepada polsek setempat untuk diproses secara hukum.
Sementara Kapolsek Kota AKP M Heri EP mengaku bakal memproses laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan pada kades. "Laporan penganiayaan tetap diproses sesuai dengan hukum yang ada," tegas Heri kepada wartawan di kantornya, Jalan Trunojoyo, Sumenep.
Saat ini penyidik sudah memeriksa korban dan melakukan visum ke RSU dr H Moh Anwar. Sebelum memeriksa terlapor, penyidik akan memeriksa sejumlah saksi terlebih dahulu. (fat/fat)










































