Pengemis yang pada bulan Ramadan ini jumlahnya juga semakin banyak turut mengais rejeki sambil duduk di sebelah kanan dan kiri jalan menuju puncak komplek makam.
Meski dikerubuti pengemis, tetapi para penziarah itu tidak ada yang menggerutu sama sekali. Tidak jarang penziarah membagi uang recehan kepada seluruh pengemis yang menengadahkan tangan.
Keberadaan pengemis di komplek Makam Sunan Giri ini tidak pernah disentuh Satpol PP yang selalu rajin melakukan penertiban pengemis, gelandangan dan pengamen yang berada di jalan-jalan.
Kepala Satpol PP Gresik, Sukarno saat dihubungi menyatakan bahwa penertiban tidak dilakukan karena selama ini tidak ada yang merasa keberatan.
Khusus untuk bulan Ramadan, baik pengemis maupun pedagang jarang yang mangkal disini meninggalkan tempatnya mencari rejeki. Mereka pulang apabila sudah benar-benar penat atau menjelang dinihari.
Selain pekerjaan yang dilakukan hanya duduk-duduk, rasa ngantukpun tidak menjadi penghalang dan bisa tetap melaksanakan kegiatannya karena bisa tidur sambil duduk.
"Paling-paling kita pergi sebentar untuk membersihkan diri dan melaksanakan ibadah salat," kata Buk Nah pengemis yang mengaku tinggal di Pandanan Kec. Duduksampeyan, Selasa (2/9/2009).
Dari seluruh rangkaian kegiatan yang ada, baik penziarah, pengemis, pedagang, pengojek, pengemudi dokar dan Angkot, semua akan berhenti pada saat berkumandang Adzan Mahgrib karena mereka melaksanakan ibadah salat dan berbuka puasa. (gik/gik)











































