Keterangan salah seorang saksi mata, Anwar mengatakan, diduga api muncul karena korsleting listrik. "Saat api sudah membesar, semua penghuni rumah sedang ke sawah dan kebetulan sedang panen," terang Anwar saat di lokasi.
Dia mengaku saat api membesar, warga kemudian bergotong-royong berusaha memadamkan api. Karena tak mampu mengendalikan api, warga memanggil mobil PMK. Namun warga, terang Anwar, menyesalkan kedatangan mobil PMK yang dinilai datang terlambat.
"Bahkan, sewaktu PMK datang ternyata mobilnya tidak ada isi airnya sehingga keburu rumah habis dilalap api," ungkapnya.
Beruntung, lanjut Anwar, mobil PMK yang kedua datang dengan membawa air. "Tapi sayang semuanya sudah musnah dan hanya tinggal puing-puing saja," tuturnya.
Akibat kebakaran ini, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Karena di dalam rumah berisi gabah puluhan ton yang baru saja dipanen. "Selain itu, karena rumahnya dari kayu jati yang pernah ditaksir Rp 70 juta tapi tidak dikasihkan juga ikut terbakar," ungkap Ali, pemilik rumah. (fat/fat)











































