Penumpang bus mayoritas warga Rasanae (Bima/NTB) ini berupaya meloloskan diri dari sungai. Seorang penumpang bernama Hikma (33) pertama kali yang nekat memecah kaca dengan tangannya. Meski tangan Hikmah berdarah dan luka serius upaya menyelamatkan sekitar 30 penumpang bus malam berhasil.
"Dari 35 penumpang, sekitar 30 penumpang yang menyelamatkan diri. Kalau tidak nekat memecah kaca, tidak mungkin kami bisa selamat. Itu Pak Hikma yang melakukannya," kata Hasmana (32), salah satu penumpang yang selamat saat ditemui detiksurabaya.com di TKP, Senin (1/9/2008).
Setelah itu para penumpang satu per satu ke luar dari badan bus dibantu penumpang lainnya. Sejumlah warga dan petugas Polantas Polres Tuban yang datang ke TKP pun mempermudah evakuasi penumpang.
Terdata dari sekitar 35 penumpang bus, tujuh orang menderita luka parah di bagian kepala, dada danĀ perut. Mereka tergencet tempat duduk dan tertimpa penumpang, saat bus terguling hingga masuk sungai sebelah utara jalan.
Tujuh penumpang luka parah dan kini dirawat intensif di RSUD Tuban tersebut, Hikma (33), Laura (32), Supriadi (37), Sarifah (53), Karolus (40), Sriyati (37) dan Hasmana (35).
"Anak saya masih di dalam bus tolong selamatkan dia," kata Ny Sriyati saat ditemui para wartawan di UGD RSUD Dr R Koesma Tuban. Rupanya pasangan suami istri Supriadi dan Sriyati, belum mengetahui jika anaknya masih duduk di kelas 4 SD ikut tewas.
Sementara sopir bus naas Bob Anae (50), asal Rasanae Barat, Bima (NTB), hingga kini masih diperiksa intensif di Polres Tuban. Hal yang sama juga dialami oleh supir truk kontainer, Zaenal Abidin (22) asal Desa Ranggu, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
"Peristiwa kecelakaan di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, itu masih dalam penyelidikan petugas," kata Kasat Lantas Polres Tuban AKP Atim Mardiono saat ditemui di TKP. (fat/fat)











































