Pantauan detiksurabaya.com, setiap kapal yang sandar di dermaga I, II, dan III pelabuhan Kamal tampak sesak dengan penumpang. Di lantai dasar kapal didominasi kendaraan roda 2 dan 4.
Hal serupa juga terjadi di lantai 2 atau ruang penumpang. Jika pada hari biasa tempat duduk yang disediakan pemilik kapal banyak yang kosong. tapi, satu hari menjelang bulan Ramadhan hampir penuh sesak. Bahkan, banyak penumpang yang tidak kebagian tempat duduk.
Salah satu penumpang Kapal Ferry, Mohammad Nur (43) asal Bangkalan, mengatakan, setiap kali menjelang bulan Ramadhan biasa pulang dari perantauan. Sebab, sudah menjadi tradisi pada hari pertama puasa ada di Madura.
"Pada hari pertama puasa Ramadhan, saya usahakan pulang, karena ada nilai tersendiri dalam melaksanakan puasa" kata Nur pada wartawan di areal Pelabuhan Kamal, Bangkalan, Minggu (31/8/2008).
Penumpang lainnya, Ny Uswatun Hasanah (45) asal Pamekasan mengaku sengaja pulang dari Surabaya satu hari menjelang Ramadhan untuk melaksanakan puasa bersama sanak keluarga di Madura.
"Kalau di Madura, awal puasa Ramadhan itu kan ada ritual khusus, Mas!. Jadi, kalau tidak pulang kan rugi,” ujar Hasanah pada wartawan di areal Dermaga III Kamal, Bangkalan.
Ia menjelaskan, warga Muslim Madura sudah biasa membuat ketupat pada awal bulan Ramadhan. Karena dinilai sakral. Selain untuk sadaqah pada tetangga dan warga miskin lainnya, juga sebagai tanda permulaan dan memeriahkan puasa Ramadhan.
Ketupat ukuran kecil itu, dihidangkan dengan masakan lauk-pauk lainnya sebagai tanda kegembiraan menyambut bulan Ramadhan.
Sementara, Salah seorang karyawan PT ASDP Pelabuhan Kamal, Bangkalan, Kamil membenarkan jika sejak dua hari terakhir menjelang bulan puasa pengguna jasa penyeberangan meningkat tajam.
"Dari 12 kapal ASDP yang disediakan semuanya dioperasikan. Padahal, pada hari biasa hanya 8 sampai 10 kapal yang beroperasi," ujar Kamil pada wartawan di Dermaga II, Kamal, Bangkalan.
Namun, ia mengaktu tidak sampai terjadi antren panjang. Sebab, semua kapal disiapkan dan jika kurang masih ada 3 kapal cadangan yang sewaktu-waktu dapat dioperasikan.
"Kalau pengguna jasa penyeberangan memang membludak, baik dari arah Surabaya maupun sebaliknya. Tapi, tidak sampai ada antrean panjang," ujarnya. (bdh/bdh)










































