Dua bulan sebelumnya, jumlah peziarah masih berkisar 3.000 hingga 3.500 orang. Meningkatnya jumlah peziarah dari berbagai daerah ini terkait keyakinan ngalap berkah kepada sang wali. Mereka berkeyakinan, doa dan permohonan di makam Wali Songo (sembilan wali) bakal mustajabah (terkabul) saat mendekati puasa Ramadhan.
Para peziarah yang saban hari memadati salah satu makam Wali Songo bernama asli Makdum Ibrahim ini, berasal dari berbagai daerah di tanah air. Baik di wilayah Pulau Jawa, Sulawesi dan pulau-pulau lain di Indonesia.
"Saya sudah empat kali ini ziarah di makam Sunan Bonang menjelang puasa Ramadhan. Biasanya setelah ziarah ke makam wali, puasa kita tenang dan rezeki gampang mencarinya," kata salah satu peziarah Khoirul Huda (39) yang juga pedagang pakaian asal Palembang yang ditemui detiksurabaya.com di kompleks makam Sunan Bonang, Tuban, Sabtu (30/8/2008).
Khoirul menambahkan, dirinya datang bersama rombongan tetangga dan kerabat dengan lima bus. Selain ke Sunan Bonang, rombongan ini juga berziarah ke makam Sunan Gunung Jati, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Kalijogo, Sunan Drajat, Sunan Giri dan Sunan Ampel.
Sementara Muhammad Zarkowi (45), peziarah lain asal Ujung Pandang (Sulsel) menyatakan, baginya ziarah ke makam wali pada masa megengan (menjelang puasa) adalah wajib. Untuk itu, setiap tahun dia dan keluarganya selalu menyempatkan diri melakukan tour ke makam Wali Songo.
"Dengan ziarah ke makam waliyullah, kami ingin mendapatkan berkah, keselamatan dan hasil perkebunan meningkat," ungkapnya saat berada di samping istrinya, Ny Siti Alfiyah.
Sedangkan dari pengakuan Ahmad Rozi (51), peziarah asal Lampung menyatakan, memilih ziarah tujuh hari menjelang bulan Ramadhan diyakini saat paling afdol berziarah.
"Biarpun rumah kami jauh, kami tetap menyempatkan ziarah ke makam wali," jelasnya di samping sejumlah anggota rombongan saat istirahat di Masjid Sentono, masjid tinggalan Sunan Bonang di kompleks makam itu.
Sementara salah satu Pengurus Yayasan Mabarrot Sunan Bonang (YMSB) Tuban-pengelola makam Sunan Bonang, Ali Tamam menyatakan, jumlah peziarah mulai membludak sejak awal bulan Agustus 2008.
Peningkatan jumlah peziarah ini karena umat Islam ingin ngalap berkah di tempat yang diyakini mustajabah selama masa megengan.
"Bahkan peziarah ada yang datang dari negara Malaysia, Cina dan Singapura. Ini kan sudah rutin setiap mendekati puasa Ramadhan," kata Ali.
Akibat membludaknya peziarah lapangan parkir bus di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Kota, Tuban sebulan terakhir ini selalu penuh kendaraan. "Kalau dirata-rata, jumlahnya ada sekitar 120 bus sehari," kata petugas parkir secara terpisah. (fat/fat)










































