"Untuk suspect pada manusia ada empat kasus. Sedangkan untuk unggas atau ayam sebanyak 8 kasus sejak taun 2008. Makanya kita menetapkan status waspada flu burung," ujar Endi Kusaeri Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Malang pada wartawan ditemui di Pendopo Pemkab Malang, Jumat (29/8/2008).
Terakhir Lastri (54), warga Desa/Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, positif suspect flu burung dan hingga kini menjalani perawatan intensif di ruang 30 isolasi RSU Syaiful Anwar Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang.
"Ada 40 ekor ayam mati dan positif suspect flu burung dan kini telah kita musnakan. Selain itu, kita juga melakukan vaksinasi serta penyemprotan sampai radius 1 Km," imbuh Endi.
Menurut Endi, meningkatnya kasus suspect flu burung terjadi akibat tingginya kematian unggas atau ayam milik masyarakat karena faktor perubahan musim.
Kasus suspect flu burung, lanjut Endi, pada manusia sendiri karena adanya kontak langsung dengan unggas atau ayam yang mati sebelumnya. Dia pun mengimbau kepada masyarakat mewaspadai unggas mati di sekitar tempat tinggalnya.
"Jika menemukan itu jangan langsung dipegang. Lebih baik lapor ke pemerintah desa atau kecamatan," tegasnya.
Sementara itu dalam Agustus ini di Kecamatan Bululawang terjadi dua kali kasus suspect flu burung unggas maupun manusia. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Agus Wahyu Arifin mengatakan, belum dapat memastikan wilayah Kecamatan Bululawang disebut Kejadian Luar Biasa (KLB) flu burung.
"Belum KLB, jika terjadi sampai tiga kali dalam satu kecamatan, maka kita akan tetapkan sebagai KLB," katanya dikonfirmasi detiksurabaya.com.
Secara terpisah ahli medis khusus menangani pasien suspect flu burung RSU Syaiful Anwar, dr Gatoet Ismanoe bahwa jika hasil uji rapid test Lastri adalah positif. Artinya, Lastri positif terserang virus H5N1 atau virus influenza tipe A. Jadinya selama 10 hari ke depan Lastri harus mendapatkan penanganan intensif dari dokter.
"Jika tidak ditangani dengan baik dapat meninggal," ujarnya ditemui di ruang kerjanya Jumat siang.
Meski begitu, pihaknya masih menunggu hasil tes Laboratorium Kesehatan Propinsi Jawa Timur. "Mungkin beberapa hari lagi segera kita ketahui," tuturnya.
Diduga Lastri tertular virus flu burung setelah mengalami kontak langsung pada unggas yang tertular. Menurut Gatoet penularan dapat terjadi dari kotoran atau liur unggas. Atau bisa lagi dari bekas kandang unggas atau ayam. "Minimal dalam waktu sepekan sebelumnya," ungkapnya. (fat/fat)











































