Sehari Setelah PT KA Dipuji Menhub, Eh.. 9 Gerbong Anjlok

Sehari Setelah PT KA Dipuji Menhub, Eh.. 9 Gerbong Anjlok

- detikNews
Jumat, 29 Agu 2008 02:41 WIB
Sehari Setelah PT KA Dipuji Menhub, Eh.. 9 Gerbong Anjlok
Surabaya - Anjloknya KA barang 3502 di atas jembatan Sungai Brantas, Kertosono cukup mengejutkan. Sebab, peristiwa ini terjadi hanya selang sehari setelah Menteri Perhubungan Djusman Syafi'i Jamil memberi pujian kesiapan PT KA untuk lebaran. Saat sidak di Kediri, Menhub mengaku cukup puas dengan kesiapan PT KA.

"Persiapan PT KA sangat baik. Ini saya lihat dalam perjalanan dengan kereta api ini, dan saya tidak merasakan adanya hal-hal yang membahayakan," kata Djusman Syafi'i Jamil kepada detiksurabaya.com saat singgah di Stasiun Kereta Api Kediri Kota, di tengah-tengah perjalanan sidaknya pada Rabu (27/8/2008) lalu.

Menurut Djusman, selama perjalanan itu pula dia mendapatkan banyak penjelasan dari Direktur Utama PT KA Roni Wahyudi terkait berbagai persiapan menyambut datangnya musim mudik lebaran.

"Saya diberi informasi jika untuk keamanan telah dilakukan penambahan 600 personel penjaga perlintasan dan ada penambahan gerbong sebanyak 67 unit. Jelas itu satu kesiapan yang sangat baik," imbuh Djusman saat itu.

Ketika ditanya terkait faktor human error, yang selama ini sering mengakibatkan terjadinya kecelakaan kereta api, Djusman mengaku hal tersebut mungkin akan dapat ditekan dalam pelaksanaan musim mudik tahun ini.

Perlu diketahui dari 14 gerbong barang yang kondisinya kosong, 9 diantaranya anjlok pada Kamis (28/8/2008) malam tepat saat melintas di atas jembatan yang membentang di atas Sungai Brantas. Akibat anjloknya kereta yang berangkat dari Madiun menuju ke Surabaya mengakibatkan jalur kereta api Surabaya-Jakarta maupun Malang-Jakarta praktis lumpuh.

PT KA Daops VIII Surabaya untuk sementara mengalihkan semua perjalanan kereta lintas Selatan melalui jalur utara. "Sementara ini yang bisa kita lakukan pengalihan lewat utara sembari menunggu proses evakuasi gerbong yang anjlok," kata Sugeng Priyono, Humas Daops VIII kepada detiksurabaya, Jumat (29/8/2008). (gik/gik)
Berita Terkait