Pemugaran Monumen Panglima Jenderal Sudirman Dikebut

Pemugaran Monumen Panglima Jenderal Sudirman Dikebut

- detikNews
Kamis, 28 Agu 2008 15:26 WIB
Pemugaran Monumen Panglima Jenderal Sudirman Dikebut
Pacitan - Pembangunan monumen Panglima Besar Jendral Sudirman di Desa Pakisbaru Kecamatan
Nawangan, Pacitan terus dikebut. Beberapa alat berat dikerahkan untuk penyelesaian proyek prestisius itu.

Perangkat tersebut sebagian didatangkan dari Zipur Kodam IV/Diponegoro dan Zipur 5 Kepanjen, Malang. Sebagian lainnya dikirim langsung dari Zeni Tempur 10 Kostrad.

Sedikitnya ada 4 unit eksavator, 4 bulldozer serta beberapa jenis alat berat lain yang lalu lalang di lokasi seluas 10 hektar tersebut. Jumlah itu masih ditambah lagi 9 unit dump truck yang dioperasikan sejak dua hari terakhir.

Komandan satuan tugas pemugaran Monumen Jendral Sudirman Letkol Czi Denny Herman mengatakan, pihaknya mempunyai waktu 22 hari untuk menyelesaikan tahapan tersebut. Singkatnya batas waktu itu dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungkinan datangnya musim hujan.

Perwira TNI yang juga menjabat Komandan Kodim 0801 Pacitan itu menjelaskan tahap awal pengerjaan meliputi aktivitas cut and fill (pengeprasan dan pengurukan). Tak ayal, singkatnya waktu yang tersedia memaksa para personel berbaju loreng bekerja lembur hingga menjelang tengah malam.

"Kita punya waktu 22 hari. Kita upayakan selesai sebelum musim hujan tiba," kata Letkol Czi Denny Herman ditemui detiksurabaya.com di lokasi proyek, Kamis (28/8/2008).

Lebih lanjut, pria kelahiran Rangkasbitung Provinsi Banten itu menambahkan, satuan yang dipimpinnya hanya mengemban tugas menyelesaikan persiapan lahan. Sedangkan tahap berikutnya berupa konstruksi dan renovasi monumen sepenuhnya merupakan kewenangan Departemen Pekerjaan Umum dan Departemen Pariwisata dan Seni Budaya.

Terpisah, Bupati Pacitan Suyono mendukung sepenuhnya percepatan pembangunan obyek wisata sejarah itu. Pemerintah daerah sendiri, kata Suyono, berupaya membantu memfasilitasi penyelesaian status tanah

Tugas lainnya adalah perawatan seluruh fasilitas yang ada setelah keseluruhan bangunan resmi dioperasikan. Terkait bentuk pengelolaannya, Suyono mengaku hal itu masih akan dibicarakan.

"Pemkab harus menyelesaikan semua permasalahan menyangkut pertanahan. Dan setelah bangunan selesai tugas pemkab adalah maintenance," terang bupati.

Monumen dan rumah bekas markas gerilya Jendral Sudirman merupakan saksi bisu perjuangan senopati perang ing alogo dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Hanya saja, keberadaannya selama ini terkesan telantar dan kurang terawat.

Wacana renovasi muncul saat kunjungan Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng Senin 21 Juli lalu. Saat itu, Andi berjanji menyampaikannya kepada Presiden SBY.

Hanya berselang sepekan berikutnya, panglima TNI Joko Santoso mendatangi lokasi tersebut. Kedatangan petinggi TNI itu sekaligus memastikan rencana pembangunan monumen dan markas gerilya yang merupakan perintah langsung presiden. (bdh/bdh)
Berita Terkait