Protes Kebijakan Pemerintah, Tebu Seluas 1 Hektar Dibakar

Protes Kebijakan Pemerintah, Tebu Seluas 1 Hektar Dibakar

- detikNews
Kamis, 28 Agu 2008 12:13 WIB
Jember - Sedikitnya 100 petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) membakar tanaman tebu seluas 1 hektare di Desa Tanggul Wetan Kecamatan Tanggul, Kamis (28/8/2008). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah atas kebijakan gula.

Selain membakar tebu, para petani juga mencabuti tebu yang baru berumur 2 bulan. Aksi pembakaran dan pencabutan tebu ini dipimpin Ketua Umum APTRI Arum Sabil.

"Pemerintah membuat peraturan tetapi pemerintah juga yang mengkhianati. Saat ini petani tebu merana karena harga gula anjlok akibat tidak terkendalinya gula rafinasi. Stop gula rafinasi," teriak Arum, sambil disambut teriakan bakar dan takbir para petani.

Setelah membakar tebu, mereka kemudian membongkar tebu yang baru ditanam dua bulan lalu. "Petani putus asa, lebih baik tidak menanam tebu kalau harga gula anjlok," tegas Arum.

Arum Sabil menambahkan, dengan aksi itu diharapkan pemerintah mendengarkan aspirasi petani. Tuntutan yang diusung para petani tebu antara lain, "Segera Lakukan Penegakan Hukum Terhadap Penyimpangan dan Pelanggaran Pergulaan Nasional, Stop Izin Impor Raw Sugar untuk Gula Rafinasi Maupun Gula Rafinasi untuk Industri Makanan dan Minuman".

"Keberadaan gula rafinasi membuat petani tebu Indonesia terancam kebangkrutan nasional. Karena saat ini masih banyak gula rakyat yang belum terserap pasar karena adanya gula rafinasi tersebut. Sebab gula rafinasi sudah overload dan ada dugaan itu dikonsumsi bukan oleh industri makanan dan minuman saja. Pemerintah seharusnya tegas dengan tidak memberikan izin impor raw sugar," tegas Arum.

Jika permintaan petani tidak didengarkan, Arum mengancam petani tebu di daerah lain di Jawa Timur juga akan melakukan aksi serupa. (bdh/bdh)
Berita Terkait