"Siapapun di dunia ini pasti akan mati. Ini sudah takdir Illahi yang tak bisa dielak oleh siapapun. Cuma cara meninggalnya yang berbeda-beda," kata Ja'far Shodiq kakak Amrozi kepada detiksurabaya.com di rumahnya, di Desa Tenggulun, Lamongan, Selasa (26/8/2008).
Menurut Ja'far, seluruh keluarga besar almarhum H Nurhasyim, ayah kandung Amrozi, tidak mempermasalahkan dengan cara apa Amrozi maupun Muchlas dieksekusi. Sebab, bagi mereka cara mati tersebut sudah digariskan oleh Tuhan.
Namun demikian, timpal Gus No, saudara Amrozi lainnya, sampai saat ini pihak keluarga belum menerima kepastian masalah itu. "Jangankan masalah ekskusi, kami meminta izin membesuk ke Lapas Nusa Kambangan saja sampai sekarang belum ada jawaban dari pemerintah (Menkum HAM, Red)," tegasnya.
Selain itu, pihak keluarga sudah melayankan izin sekitar dua bulan lalu. Namun, hingga kini belum juga ada kepastian diizinkan atau tidak. Bahkan, pihak Tim Pembela Muslim (TPM) yang mendampingi Amrozi Cs juga belum memberi informasi apapun terkait izin besuk tersebut.
Nampaknya, bagi kerabat Amrozi, ekskusi yang sesuai pemberitaan media massa segera dilakukan menjelang bulan puasa Ramadhan ini tak jelas pangkalnya. Namun demikian, pihak keluarga tetap berharap pemerintah juga menegakkan aturan hukum.
"Kalau memang Adik saya mau dibunuh karena faktor dendam, silakan saja. Itu kalau negara ini mengabaikan aturan hukum, tanpa memperhitungkan aturan hukum yang dianutnya," tegas Ja'far Shodiq.
Apakah pihak keluarga setuju jika Amrozi dan Muchlas diekskusi kemudian dimakamkan di daerah Cianjur? "Kami belum berfikir masalah itu. Keluarga juga belum pernah musyawarah terkait masalah ekskusi dan pemakaman mereka," kata Ja'far Shodiq.
Pihak keluarga, ungkap Ja'far Shodiq maupun Gus No, heran dengan maraknya pemberitaan rencana ekskusi terhadap terpidana mati Bom Bali I tersebut. Sebab, ramainya berita di koran dan televisi tidak sesuai kenyataan yang ada.
"Buktinya sampai saat ini kami juga belum menerima informasi yang pasti terkait ekskusi. TPM juga belum ada kabar apa-apa, jadi semuanya menurut kami masih serba tidak jelas," ungkapnya.
(bdh/bdh)











































