Anjloknya KA berloko CC 20109 tersebut sekitar 500 meter dari Stasiun Randu Agung. Peristiwa ini diduga akibat bantalan rel yang belum selesai dalam perbaikan.
"Kereta saat melewati Randuangung dalam keadaan pelan-pelan. Mungkin karena bantalan rel atau yang lain, kami masih mencari penyebabnya," kata Eko Tim Pengawas PT KAI wilayah Jember kepada detiksurabaya.com di lokasi.
Eko menuturkan, gerbong yang anjlok tepat di belakang lokomotif. KA Mutiara Timur yang terdiri dari 8 gerbong itu penuh penumpang jurusan ke Surabaya. Tujuh Gerbong yang tidak anjlok ditarik ke Stasiun Jatiroto bersama penumpangnya.
"Beruntung tidak ada korban jiwa, penumpang semua selamat," kata Eko.
Sementara dari pantauan detiksurabaya.com, para pekerja PT KA tampak bekerja keras melakukan perbaikan. Sekitar 50 orang diterjunkan untuk menyelesaikan bantalan rel yang rusak.
Menurut Eko, penumpang KA mendapat pelayanan lebih dengan diberikan makan gratis. "Saya harap para penumpang bersabar," ungkap Eko. (fat/fat)











































