Sayang kerasnya ombak sekitar pukul 10.00 WIB, satu perahu peserta terbalik dan tergulung ombak. Sementara dua perahu lainnya mengalami patah pada bagian katir (penyeimbang). Mereka pun tak bisa meneruskan lomba. Panitia serta tim SAR sempat mencari penumpang perahu. Beruntung insiden ini tak ada korban jiwa.
Bagi mereka, angin kencang dan ombak besar adalah tantangan tersendiri. Sebanyak 29 peserta turut dalam lomba perahu layar dengan rute dari Pantai Tanjung menuju ke Pantai Cekik, Bali dan finish kembali di Pantai Tanjung. Tak hanya dari sekitar Banyuwangi, banyak nelayan dari Bali khususnya dari Jembrana yang turut serta dalam event ini.
Jarak yang ditempuh dalam lomba ini sekitar 10 mil laut dengan waktu tempuh rata-rata hingga 30 menit. Namun karena kondisi ombak dan angin yang terlalu kencang, lomba kali ini dalam satu putaran ditempuh hingga satu jam.
"Ombaknya terlalu besar hingga membuat kemudi saya patah, terpaksa saya kembali," ujar Petruk peserta asal Ketapang kepada detiksurabaya.com.
Selain itu, dikabarkan ada dua perahu yang mengalami patah pada katirnya saat hendak kembali ke Pantai Tanjung. Mereka kemudian memutuskan kembali ke Pantai Cekik, Bali untuk alasan keselamatan.
"Di tengah laut ombaknya memang besar, tahun-tahun sebelumnya tidak seperti ini," kata Jamil salah seorang peserta.
Acara ini menyedot perhatian ratusan orang yang datang menyaksikan jalannya lomba. Lomba layar ini merupakan acara tahunan yang di gelar oleh Paguyuban Anggota Malam(PAM) untuk memperingati HUT RI ke-63. (fat/fat)











































