Mayat dalam keadaan mengering tersebut dikenal warga sekitar bernama Abdul Mungin (65). Korban keseharianya dikenal sebagai takmir masjid di daerahnya.
Jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB oleh dua tetangganya,yaitu Makmun dan Hartono saat keduanya mencari rumput di sekitar lokasi penemuan mayat. Pertama kali ditemukan, korban dalam keadaan tertelungkup dengan sebagian besar kulitnya telah mengelupas.
"Saya lihat batok kepalanya sudah kering dan nggak ada rambutnya. Tangannya juga sudah kelihatan tulangnya," kata Makmun saat memberikan keterangan kepada aparat kepolisian di lokasi, Sabtu (23/8/2008).
Begitu menemukan dan mengetahui mayat tersebut adalah tetangganya, kedua saksi
langsung melaporkannya ke Tohari, Ketua RW IV Kelurahan Ngronggo, yang rumahnya tak jauh dari lokasi. Laporan tersebut langsung dilanjutkan ke aparat kepolisian yang langsung melakukan olah tampat kejadian perkara (TKP).
Hasil olah TKP di lapangan belum bisa memberikan keterangan yang menguatkan. Kondisi jasad korban yang sudah mengering, menjadi satu kendala tersendiri bagi aparat kepolisian. Untuk proses identifikasi selanjutnya, jasad korban dilarikan ke RS Bhayangkara, Kota Kediri.
Secara terpisah, Kapolsek Kota Kediri AKP Supriyanto mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Pihaknya masih akan terus melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebabnya.
Meski demikian, Suprianto menyebutkan, sebelum akhirnya ditemukan mati korban telah dilaporkan hilang sejak 35 hari yang lalu. Korban juga dikenal memiliki keterbelakangan mental dan sering membuat warga di sekitarnya jengkel.
"Kita belum bisa pastikan penyebab kematiannya. Namun dari keterangan beberapa saksi, korban sering dilihat mondar mandir dengan selalu membawa celurit, dan celurit tersebut sampai saat ini belum kami temukan," jelas Suprianto di lokasi kejadian. (bdh/bdh)










































