Kekecewaan Adhiaksa itu dikarenakan tidak satupun pejabat Pemkab Jember yang menyambut kedatangannya. "Padahal saya diundang, serasa bertamu ke rumah orang tetapi tidak ada tuan rumahnya," ujar Adhiaksa kepada sejumlah wartawan.
Menpora tiba di Jember dengan menggunakan helikopter dan mendarat di Bandara Notohadinegoro. Di bandara yang mengabadikan nama bupati Jember yang pertama ini tidak satupun pejabat Pemkab Jember yang menyambut.
Dari situlah awal kekecewaan menteri asal PKS ini mulai nampak. Setelah dari bandara, menteri menuju Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember untuk menjalankan sholat Jumat dan makan siang. Namun ketika di Unmuh Jember, pejabat Pemkab Jember juga tidak ada yang mendampinginya.
Mulai dari bandara dan Unmuh, hanya pihak Kementrian dan pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jember saja yang mendampingi Adhiaksa. Setelah sholat barulah Sekretaris Kabupaten Jember Djoewito datang. Sedangkan Bupati MZA Djalal tak tampak batang hidungnya.
Namun rupanya, menteri sudah terlanjur kesal. "Saya pulang saja, kok tidak ada pemberitahuan resmi kalau pak bupati tidak ada," ujar Adhiaksa kepada Djoewito. Seusai makan siang dan berbicara sebentar dengan Djoewito tentang program kementrian pemuda dan olahraga, Adhiaksa kembali ke bandara dan menuju Surabaya untuk bertolak ke Jakarta.
Karena mendadak pulang, kunjungan kerja menpora hanya berlangsung selama dua jam yakni mulai pukul 11.00-13.00 wib. Padahal sesuai jadwal, menpora akan membuka gerak jalan tradisional Tanggul-Jember (Tajemtra), Sabtu (23/8/2008). (gik/gik)











































