"Hari dimana kami seharusnya libur, kok disuruh kerja. Parahnya, hari itu tidak dianggap lembur," ujar M Agus, Ketua Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) kepada wartawan di kantor PLN Jalan dr Wahidin Sudiro Husodo 134, Gresik, Rabu (20/8/2008).
Lebih lanjut Agus mengatakan, bahwa selain pengalihan jam kerja, massa juga menuntut agar PLN tidak lagi melakukan pemadaman listrik bergilir. Dengan adanya pemadaman listrik bergilir, secara otomatis buruh akan dirugikan karena proses produksi terhenti.
"Bila tuntutan kami tidak dipenuhi, maka kami akan mengerahkan lebih banyak lagi massa untuk datang ke sini," ancam Agus.
Membawa 5 truk, beberapa mobil angkut dan ratusan motor, para buruh langsung menyemut di pintu masuk gedung. Namun mereka tidak bisa masuk ke areal gedung karena akses masuknya sudah diblokade petugas.
Dengan menggunakan pengeras suara yang diusung truk, mereka meneriakkan caci maki menuntut agar PLN bertanggungjawab. "PLN Arogan. Stop pengalihan jam kerja, dan hentikan pemadaman bergilir," teriak demonstran dari atas truk.
Setelah melakukan kesepakatan, akhirnya beberapa perwakilan buruh diizinkan masuk gedung untuk mengadakan perundingan. Hingga pukul 12.00 WIB, perundingan masih dilakukan dan belum selesai.
Sementara itu, demo yang melibatkan ratusan massa itu membuat jalan terpaksa ditutup. Ruas jalan dari arah barat ke Timur terpaksa ditutup dan dibelokkan ke arah jalan Tri Dharma karena massa memenuhi badan jalan.
(bdh/gik)











































