Korban yang masih dirawat di Puskesmas Takeran ada 37 warga, sedangkan di Puskesmas Taji Gorang Gareng 5 korban masih harus menjalani perawatan intensif karena merasakan mual, pusing, diare dan muntah-muntah.
Dokter Hari Susanto Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan kepada detiksurabaya.com Rabu (20/8/2008) mengaku, tim medis hingga saat ini masih melakukan sweeping ke rumah-rumah warga. Apabila dijumpai warga yang kondisinya tidak stabil, mereka akan dibawa ke Puskesmas.
"Kita lakukan sweeping terus, mengingat masih banyak korban yang belum stabil dan bahkan jumlah yang rawat inap terus bertambah," jelas dr Hari.
Dari 42 korban yang masih dalam perawatan di puskesmas diantaranya Yanto (50), Komari (51), Titin (18) serta Diah Vitara bidan desa yang turut menjadi korban.
Peristiwa keracunan tersebut bermula saat warga menyantap makanan di pesta pernikahan di rumah Ismadi warga RT 12 Dusun Ngampel, Desa Madigondo Kecamatan Takeran Magetan. Namun, keesokan harinya warga mengeluhkan mual, pusing serta diare terus menerus.
Peristiwa keracunan ini sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan Polres Magetan. (bdh/bdh)










































