Hal itu terlihat ratusan orang dari berbagai daerah di tanah air mendatangi sendang yang berlokasi di petak 33-A berbatasan dengan petak 34, Hutan Jati Perhutani KRPH Kejuron, BKPH Bangilan, KPH Jatirogo.
Lokasinya, sekitar 50 Km arah barat dari pusat kota Tuban atau 8 Km dari pusat Desa Sidorejo, Kecamatan Bangilan. Sekalipun kabar Sendang Kejuron masih sebatas dari mulut ke mulut, namun kemurnian air yang mengandung sulfur (belerang) menjadi magnet pengunjung.
Terlebih, warga yang datang silih berganti dan mengakui khasiat dari air yang ke luar dari perut bumi Ronggolawe tersebut.
"Saya sudah tiga kali datang membawa tetangga yang sakit stroke dan sakit asam urat. Biasanya kalau sudah berendam di sini penyakitnya sembuh," kata Suwoto (37) di samping Ny Siti Nasiyah (31) asal Yuwono, Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang ditemui detiksurabaya.com di Sendang Kejuron, Rabu (20/8/2008).
Dia menjelaskan, mendengar keberadaan sendang ini sekitar sebulan lalu. Dalam kurun itu pula beberapa saudara dan tetangganya ikut mendatangi sendang tersebut. Khasiat air makin hebat jika dipakai mandi atau berendam sekitar pukul 00.00 WIB hingga 01.00 WIB.
"Kakak saya kena stroke, setelah mandi tiga kali di sendang ini sudah bisa berjalan," ungkap Joko Wahyono (39) warga asal Ngawi.
Dia mengaku kakaknya, Sulastri (43) yang sudah enam bulan terkena stroke, kini sudah berjalan lancar. Para pengunjung tak sepeser pun dipungut biaya untuk mandi dan berendam di sendang yang diapit bukit kapur. Lokasinya di tengah-tengah Lembah Kejuron, menjadikan udara menjadi bersih dan segar.
Di Kompleks Sendang Kejuron sendiri terdapat tiga unit sendang yang memiliki sumber air hangat. Dua unit sendang, warga setempat menamainya Sendang Kejuron Lanang dan Sendang Kejuron Wadhon dan telah diplengseng Perhutani KPH Jatirogo. Masing-masing berukuran panjang 7 meter dan lebar 5 meter. Dalamnya air yang hangat mengepul asap putihnya itu, sekitar 1,5 meter.
"Sebenarnya sudah puluhan tahun keberadaan sendang ini ada. Tapi baru beberapa bulan belakangan ramai dikunjungi orang luar daerah," kata Riyadi, Mantri Hutan dari KRPH Perhutani Kejuron saat ditemui di sendang setempat. (fat/fat)











































