4 Crew bus tersebut yakni sopir Sawaludin Luwis (38), Nurdin (35) sopir cadangan, serta 2 kernet Dedy Afrizal (30) dan Simamora (40) yang keempatnya warga Medan.
Sedangkan 12 penumpang bus yakni Hadi (40) warga Blitar, Bagus Hamzah (45) Aceh, Gimin (50) Kediri, Sukadi (47) Blitar, Suyanti (26) Martapura, Sudah (51) Martapura, Mafud (35) Batanghari, Edi Santoso (45) Malang, Rozali (23) Medan, Sanapi (70) Medan, Gusyanto (20) Medan, Eli Marta (24) Martapura kuga dimintai keterangan di Unit Reskrim Polres Madiun.
AKP Purwadi Kasatlantas Polres Madiun kepada detiksurabaya.com menjelaskan, ke-4 crew akan menjalani pemeriksaan, sedangkan ke-12 penumpang setelah dimintai keterangan akan melanjutkan perjalanan dengan menunggu bus cadangan berikutnya dari bus Antar Lintas Sumatra.
"Kita masih periksa saksi semua dan belum mengetahui siapa yang salah dan benar, yang jelas para penumpang semua selamat segera kita berangkatkan dengan bus cadangan," jelasnya.
Sementara itu Sawaludin (38) sopir bus menungkapkan, dirinya belum tahu pasti asal mula api. Karena api muncul dengan tiba-tiba dan penumpang langsung semburat setelah bus dipinggirkan.
"Saya nyopir ya tercium bau kayak benda terbakar dan penumpang juga teriak-teriak kebakaran, saya langsung berhenti," jelas Sawaludin.
Bus ALS yang melayani rute antar kota antar provinsi (AKAP) terbakar di kawasan Hutan Saradan, Madiun, sekitar pukul 19.00 WIB. Api diduga akibat korsleting pada bagian mesin bus. (bdh/bdh)











































