Hasil uji lab dari lembaga minyak (Lemigas) di lingkungan Departemen ESDM yang diterima kantor ESDM Sumenep menunjukkan, jika kandungan minyak yang ditemukan di sumur tembakau milik warga tergolong jenis primium ringan.
Dalam pengelolaanya juga diserahkan ke pemerintah setempat dan tidak membutuhkan peralatan berat dalam melakukan eksploitasi.
Kepala Kantor ESDM Pemkab Sumenep Muhammad Fadillah mengatakan, minyak yang baru ditemukan merupakan jenis primium murni dan baru pertama kali terjadi di Indonesia.
"Jenis minyaknya beda dibanding penemuan disejumlah daerah di Indonesia," ujar Fadillah pada wartawan di kantornya, Jalan Urip Sumoharjo, Selasa (19/8/2008).
Untuk melakukan eksploitasi, pemkab perlu menggandeng badan usaha milik daerah dan tentunya tetap seizin pihak kementerian di Jakarta.
Pantauan detiksurabaya.com, sebelum ada larangan dari pemkab, warga sempat menggunakan premium tersebut untuk dijadikan bahan bakar memasak. Sebab, selama 12 jam, sumur tersebut mampu menghasilkan 10 liter premium.
Diberitakan sebelumnya, warga Kabupaten Sumenep, Madura digegerkan dengan penemuan minyak mentah di sumur milik warga setempat. Sumur yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan menyiram tembakau itu mempunyai kedalaman 12 meter.
(bdh/bdh)











































