Sepedanya pun, bukan sekadang sepeda pancal. Namun sepeda yang dipakai perjalanan lebih dari 200 Km ini, dimodifikasi sedemikian rupa hingga tampak unik bagi yang menemuinya di perjalanan. Sepeda onthel hasil modivikasi dengan biaya sekitar Rp 700 ribu itu, tingginya dua meter dengan panjang 1,5 meter.
"Sepeda jerapah ini, saya pakai keliling seluruh kecamatan di Kabupaten Tuban. Bukan untuk wah dan cari perhatian, tapi saya ingin menyambut hari kemerdekaan dengan cara saya sendiri," ungkap Mustofa saat ditemui detiksurabaya.com, di kawasan Kelurahan Latsari, Kecamatan Kota, Kabupaten Tuban, Senin (18/8/2008).
Mungkin karena tingginya sepeda yang sudah disiapkan dua bulan sebelumnya itu, anak keempat pasutri petani Warjimin dan Ny Markah ini, menamainya sepeda jerapah. Dengan sepeda ini pula, sejak Sabtu (16/08/2008) lalu, berangkat dari desanya. Sudah 12 dari 20 kecamatan dia telusuri. Mulai dari Kerek, Merakurak, Jenu, Montong, Bancar, Singgahan, Widang, Palang, Rengel, Soko, Semanding, dan Tuban.
"Saya target delapan kecamatan yang tersisa, bakal selesai dua hari lagi," kata lulusan salah satu SMA di Tuban itu. Supir truk ini menambahkan, untuk perjalanan heroiknya ini, ia hanya berbekal uang saku Rp 300 ribu.
Selama berkeliling dengan sepeda kumbangnya, Mustofa yang setiap 10 Km berhenti mengaku, melihat berbagai cara masyarakat memperingati HUT kemerdekaan negerinya. Mulai, dengan menggelar perlombaan, karnaval, jalan sehat, selamatan, ziarah ke makam pahlawan, hingga bergadang dan joget bersama.
Saat melihat berbagai ekspresi masyarakat itu, dia mengaku selalu berhenti. Selain sambil sekadar melepas lepas lelah, dia mengaku betul-betul ingin menikmati perjalanan petualangannya. Baginya semua itu sekadar ekspresi masyarakat dalam memupuk rasa nasionalisme.
Mustofa berharap, pengalaman pertamanya berkeliling dengan sepeda jerapah ini tahun depan bisa berlanjut dan mengembangkan daerah yang akan dikelilingi. Dari hanya Tuban saja menjadi semua wilayah yang ada di eks Karesidenan Bojonegoro yang meliputi, Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Jombang, dan Kabupaten/Kota Mojokerto.
"Saat perayaan hari proklamasi tahun depan (2009), saya ingin mengajak teman lain untuk keliling. Di desa saya kan ada kelompok sepeda jerapah," ungkap Mustofa. Mustofa pun langsung measang tas punggung. Dituntunnya sang 'jerapah' di tengah jalan, ia pun langsung naik melalui tangga yang disiapkan. Perjalanan panjang pun kembali dimulai untuk menyusuri belahan Bumi Ronggolawe. (gik/gik)











































