Peristiwa tragis yang menimpa mahasiswa asal Desa/Kecamatan Bungkul, Ponorogo ini pertama kali diketahui oleh Suyono (45), orangtua korban.
Suyono datang ke rumah kontrakan anaknya atas permintaan korban sebelumnya, yang meminta agar ditemani karena tinggal seorang diri.
Saat Suyono datang, dia tidak mendapatkan korban keluar saat pintu diketuk maupun handphone yang dihubungi berkali-kali. Kemudian dengan dibantu petugas keamanan, Suyono membuka pintu dengan paksa.
Saat pintu terbuka, mahasiswa semester 3 jurusan Sejarah ini sudah tergantung menggunakan tali kawat. Untuk memastikannya jenazah, korban dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.
"Saya tidak tahu dia ada masalah apa, hanya dia meminta saya datang ke Malang," ucap Suyono saat ditemui di kamar mayat RSSA Malang.
Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi pada korban, dan akan membawa jasad korban pulang ke rumah duka.
Sementara Kapolsekta Lowokwaru AKP Pudjiharto membenarkan adanya kejadian itu. Pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapat laporan warga.
"Kuat dugaan korban bunuh diri karena depresi. Itu diperkuat isi tulisan dalam buku harian korban," ujar AKP Pudjiharto di Mapolsekta Lowokwaru Jalan MT Hariyono Senin (18/8/2008).
Sebagai barang bukti, petugas menyita tali kawat ,buku harian dan pakaian korban guna memastikan kejadian itu. (bdh/bdh)











































