Namun sebagai bandara antar kota, Anda jangan membayangkan jika fasilitas atau bangunannya menyerupai Bandara Juanda, Surabaya. Yang pasti bandara yang mengabadikan Bupati Jember yang pertama sebagai namanya itu sangat jauh perbedaannya.
Bandara Notohadingeoro berada di Desa Wirowongso Kecamatan Ajung. Dari pusat kota Jember dibutuhkan waktu 15 - 20 menit dengan kendaraan pribadi. Untuk menuju bandara tersebut tidak ada kendaraan umum yang melayani trayek bandara.
Bandara itu sendiri berada di tengah kebun milik PTPN XII. Setelah lepas dari jalan raya Kecamatan Ajung, untuk masuk ke bandara tersebut jalan belum beraspal. Jalan hanya berupa jalan padat yang ketika musim kemarau, debunya bisa membuat mata terganggu dan pernafasan sesak.
Di komplek bandara sudah ada sebuah bangunan, landasan sepanjang 1.500 meter, taxy way dan appron serta sebuah wind shock. Bangunan satu lantai itu terdiri dari beberapa ruangan yakni ruangan Air Traffic Control, BMG, ticketing, resepsionis, ruang tunggu keberangkatan dan sebuah alat pemeriksa barang bawaan.
"Ada standar-standar bandara, ada minimal, medium dan juga ideal. Kita penuhilah standar minimal sebuah bandara," kata Kepala Dinas Perhubungan Sunarsono kepada detiksurabaya.com, Minggu (17/8/2008).
Untuk taxy way (penghubung antara landasan dan aprron) juga masih dalam proses
penebalan dan pengerasan, begitu juga dengan appron (area parkir pesawat). Selanjutnya Dinas Perhubungan Jember akan memperbaiki pagar di sekitar bandara yang berada di areal seluas 120 hektar itu. "Karena kalau pagar yang seperti sekarang masih sangat rentan diterobos orang," lanjut Sunarsono.
Pagar yang saat ini terpasang hanya berupa pagar kawat. Ketika bandara itu mangkrak beberapa tahun, pagar tersebut banyak dipotong orang dan dibuat 'jalan tikus' menuju permukiman di seberang bandara. Karena penduduk bisa masuk, warga di sekitar bandara dulunya juga memanfaatkan bandara untuk menjemur padi dan juga ajang balapan liar.
Dishub Jember juga akan melengkapi unit pemadam kebakaran. Karena di bandara
tersebut belum ada unit khusus pemadam kebakaran. Saat ini pihak bandara masih mengandalkan beberapa tabung pemadam kebakaran. Petugas yang saat ini erjaga dan bertugas di bandara itu juga masih meminjam petugas Dinas Perhubungan Jember.
(gik/bdh)











































