Kendati terkesan sederhana namun kegiatan tersebut tetap sarat makna makna. Ini nampak dari tingginya minat masyarakat sekitar untuk menyaksikan tontonan langka itu.
Pelaksanaan lomba juga sangat menantang. Betapa tidak, untuk berhasil mendapatkan hadiah, peserta harus berhasil memanjat batang pisang dan mencabut bendera merah putih di puncaknya.
Untuk mencapai puncak tentunya sangat sulit. terlebih, batang pisang sengaja
ditempatkan di atas kubangan lumpur dengan posisi tergantung. Tek aneh, tiap peserta yang berusaha memanjat, harus berjuang keras batang pisang yang sangat licin.
Akibat tingginya tingkat kesulitan, tidak sedikit peserta yang menyerah karena
kehabisan tenaga. Ternyata, memanjat batang pisang tak kalah sulitnya dengan memanjat pohon pinang.
Upaya mencapai puncat semakin berat sebab batang pisang semakin bertambah licin lantaran lumpur yang melekat pada tangan dan tubuh peserta. Meski begitu buah perjuangan sebagian peserta membawa hasil. Ada yang berhasil mencapai puncak dan mengibarkan bendera merah putih. Tentu dia berhak memboyong hadiah.
KH. Umar Sahid, pimpinan ponpes Nur Rahman menuturkan kegiatan ini dilakukan secara spontan dan sederhana. "Ini memberikan pelajaran, bahwa mencapai sesuatu tidaklah mudah. Harus ada niat, ketrampilan dan tak pernah putus asa," ungkap Umar Tumbu, panggilan KH Umar Said, Sabtu (16/8/2008). (bdh/bdh)











































