HUT RI ke-63, Mahasiswa Sumenep Tolak Kekerasan

HUT RI ke-63, Mahasiswa Sumenep Tolak Kekerasan

- detikNews
Sabtu, 16 Agu 2008 13:57 WIB
HUT RI ke-63, Mahasiswa Sumenep Tolak Kekerasan
Sumenep - Bentuk refleksi HUT RI ke-63, aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Ke-Islaman Annuqayah (Stika) dan Universitas Wiraraja (Unija) Kabupaten Sumenep, Madura menggelar aksi unjuk rasa.

Aksi yang digelar di area Taman Kota Sumenep, Jalan Trunojoyo itu sebagai penolakan segala jenis kekerasan yang bisa mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara.

Dalam aksinya, mereka membentangkan poster yang bertuliskan kecaman terhadap tindakan kekerasan yang terjadi, baik dari sisi hukum, ekonomi, serta buruknya pelayanan publik di semua sektor pelayanan.

Bahkan, makna kemerdekaan sama sekali belum menyentuh rakyat yang ada di pelosok desa. Kekerasan dari aparat desa serta keterpurukan ekonomi membuat masyarakat desa tidak mengerti makna kemerdekaan.

Bahkan, suasana kemerdekaan yang seharusnya dirayakan demi menghormati hasil perjuangan para pahlawan juga tidak tampak di desa-desa. Justru kekerasan bagi warga desa yang terjadi.

Korlap aksi, Saoki dalam orasinya mengatakan, dalam mengisi kemerdekaan 17 Agustus 2008 ini para pemimpin hendaknya melakukan perubahan dalam melayani rakyat. Jangan sekali-kali bertindak kasar dan mengeluarkan kebijakan yang dapat memperburuk ekonomi warga.

"Kekerasan di bidang ekonomi sudah jelas dialami warga dengan naiknya harga BBM," tegas Saoki saat orasi di depan taman kota, Sumenep, Sabtu (16/8/2008).

Sedangkan kekerasan di tingkat lokal juga lebih menyakitkan masyarakat. Itu terjadi dengan tidak terjaminnya keamanan lingkungan, kebijakan aparat penegak hukum yang masih saja mengebiri rakyat jelata serta sejumlah kebijakan di tingkat desa yang tidak memperhatikan aspirasi rakyat.

"Jadi, kami menyerukan stop kekerasan yang masih saja terjadi. Sebab, bangsa Indonesia sudah dewasa dan berumur 63 tahun," katanya. (fat/fat)
Berita Terkait