Jasad siswa kelas 1 itu ditemukan tewas dengan posisi leher terikat tali tambang dan tergantung di langit-langit kamar rumah. Sementara lidah korban menjulur keluar dan masih memakai baju muslim.
Anak pasangan Mashari (40) dan Ny Salehah (34) ditemukan pertama kali oleh pamannya Hasyim (40). Hasyim yang kaget pun histeris dan memanggil orangtua korban dan warga.
Salah seorang tetangga korban, Zaiturrahman (39) mengatakan, korban diduga kecewa sikap orang tuanya yang melarang mengemudikan motor yang baru dibelinya. Padahal, sepeda motor itu rencananya akan dijadikan alat transportasi ke sekolah yang berjarak 2 km.
"Kalau anaknya baik, Mas! mungkin larangan untuk mengendarai sepeda motor tidak dilakukan secara baik-baik. Sehingga korban kecewa dengan sikap orang tuanya," kata Zaiturrahman kepada detiksurabaya.com, Sabtu (16/8/2008).
Sementara Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Mualimin mengatakan, kasus gantung diri tersebut dalam penyelidikan petugas Polsek Talango.
"Anggota Polsek Talango sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)," kata Mualimin dihubungi detiksurabaya.com.
Menurut dia, korban diduga kuat murni gantung diri, karena lidah menjulur dan tidak ada tanda-tanda kekerasan di bagian tubuhnya.
Rencananya, korban bakal dikebumikan di TPU setempat. Sedangkan kedua orang tuanya masih terlihat shock dan tidak menemui warga yang sedang melayat di rumahnya. (fat/fat)










































