Saat tiba di rumah duka di Kelurahan Jombatan Gang II, Kecamatan Kota Jombang, kedua orang tua Wawan tak kuasa menahan tangis. Saat peti jenazah dibuka, Wawan hanya tinggal tengkorak berpakaian Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Pakaian Paskibraka itu merupakan pakaian yang dipakai Wawan saat menjadi anggota Paskibraka tahun 1999 lalu. Di samping kepala Wawan yang tinggal tengkorak, terdapat peci hitam dan pin Pancasila berwarna kuning keemasan.
Usai kedua orang tua dan sejumlah jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan memanjatkan doa, jasad Wawan lalu dibawa ke lokasi pemakaman yang berjarak sekitar 7 kilometer. Jasad Wawan dibawa dengan Ambulance Rumah Sakit Bhayangkara.
Di tempat pemakaman, ibu Wawan, Lilik Kastumi (55) dan Setyo Atmoko (57), juga berkali-kali menangis. "Wawan, kenapa kau cepat pergi," kata Lilik dengan suara lirih. Saat jasad dimakamkan, Lilik kembali menangis.
Ayah Wawan, Setyo Atmoko meminta polisi menghukum Ryan dengan seberat-beratnya. Sebab Ryan telah merampas hidup dan masa depan Wawan. " Ryan harus dihukum seberat-beratnya karena membunuh Wawan," tegas Atmoko. (bdh/bdh)











































