Ceritanya, kendaraan rombongan sejumlah anggota gabungan LSM Koalisi Rakyat Tolak Tambang (Karat) saat parkir di depan sebuah rumah makan di Jalan Gajah Mada Banyuwangi.
Pelaku kemudian menyikat sejulah barang dalam mobil itu, Kamis (14/8/2008). Sejumlah anggota LSM dan kelompok masyarakat itu baru saja melakukan hearing di Kantor DPRD Banyuwangi.
Mereka meminta DPRD Banyuwangi mencabut rekomendasi peningkatan status tambang emas tumpang pitu dari ekplorasi menjadi ekploitasi.
Barang yang berhasil disikat pelaku antara lain sebuah laptop yang berisi data LSM Islamic, sebuah in focus, sebuah hard disk eksternal serta dokumen penting lainnya.
Aksi perampokan pertama kali diketahui penjaga rumah makan, Siswanto (25). Kala itu dia hendak keluar menuju jalan raya. Dia terkejut saat melihat kaca mobil pecah.
Lalu, Miswanto melaporkannya kepada korban. Setelah dilihat seluruh isi mobil ludes dibawa kabur pelaku. "Dokumen penting kami selama lima tahun lenyap," kata Edi Sujiman Koordinator Islamic Center for Democracy and Human Right in Powering (ICDHR) yang menjadi korban.
Kuat dugaan pelaku sudah mengincar korban sejak dari kantor DPRD. Pasalnya, mobil yang dilirik hanya milik Edi Sudjiman, Toyota Kijang kapsul warna biru nopol B 7267 CX. Padahal rombongan itu menggunakan tiga mobil.
Aksi perampokan ini sempat mengundang perhatian para pengguna jalan. Polisi yang melakukan olah TKP tidak menemukan petunjuk mengenai pelaku. "Kita masih melakukan penyelidikan sementara kita kategorikan pencurian biasa," Kata Kapolsek Giri AKP Wan Soetanto. (gik/gik)










































