Terbukti, salah satu peserta diskusi yang digelar MCL bersama Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI) di kantor MCL, sepeda anginnya digondol maling, Kamis (14/08/2008) siang.
Sepeda milik Siti Talita Rahman (16), warga Jalan Basuki Rahmad, Bojonegoro, merk Polygon seharga Rp 850.000 itu amblas saat diparkir di depan kantor MCL saat mengikuti acara diskusi.
Melihat sepedanya raib usai diskusi yang diikuti para siswa SMP dan SMA di Bojonegoro, siswi kelas 3 SMPN 2 Bojonegoro itu langsung menangis, hingga mengundang perhatian Satpam.
Setelah ditelusuri, ternyata sepedanya sudah hilang digondol maling. "Sepeda saya parkir dan terkunci, ternyata masih saja dicuri. Kalau sudah begini, siapa yang bertanggung jawab, saya datang diskusi juga atas undangan," kata Siti Talita Rahman kepada detiksurabaya.com.
Widayanti, ibu kandung Siti Talita Rahman menyatakan, pihaknya berharap MCL memperbolehkan sepeda atau motor parkir di dalam pagar. Ia pun berharap pihak MCL maupun YPPI menganti sepeda anaknya yang hilang.
Kejadian itupun akhirnya dilaporkan ke Polsekta Bojonegoro. Sesaat berikutnya rombongan petugas polisi dari Polsekta tersebut tiba ke tempat kejadian peristiwa (TKP). Mereka langsung melakukan oleh TKP, untuk melacak keberadaan sepeda milik korban.
"Masalah ini akan kita proses, petugas langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku pencurian di lingkungan kantor MCL ini," kata petugas di TKP.
Pantuan detiksurabaya.com, lahan parkir yang berada di luar pagar kantor itu terkesan tak dijaga petugas Satpam. Terlebih pos jaga Satpam berada di area dalam pagar setinggi sekitar 2 meter, sehingga tidak memungkinkan mengawasi kendaraan yang diparkir di tempat parkir.
Humas MCL Wawan Primantoko yang dikonfrontir masalah itu menyatakan, ikut prihatin terhadap kejadian yang menimpa Siti Talita Rahman. Secara internal, MCL akan memperketat pengamanan dan mengevaluasi tempat parkir.
"Masalah ini akan kita koordinasikan dengan pihak YPPI dan manajemen. Kami sudah berhati-hati dan mengingatkan para tamu untuk mengunci kendaraan yang diparkir," kata Wawan. (bdh/bdh)











































