Terdesak Ekonomi, Dua Wanita Rampas Perhiasan Anak TK

Terdesak Ekonomi, Dua Wanita Rampas Perhiasan Anak TK

- detikNews
Kamis, 14 Agu 2008 15:15 WIB
Kediri - Tindakan Nuryati (27) dan Sri Utami (24), dua warga Desa Karangrejo, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri tergolong nekat. Dengan kedok mengantarkan anaknya sekolah, dua wanita muda tersebut justru melakukan penjambretan atas perhiasan yang digunakan teman-teman anaknya.

Kenekatan kedua pelaku akhirnya terungkap, setelah melakukan aksinya yang kesekian kali di TK Dharmawanita, Desa Kwadungan, Kecamatan Gampengrejo. Korban terakhir, Riska Septiana (6) memberikan perlawanan dan mengadukan apa yang menimpanya kepada orangtuanya.

"Orangtua korban dengan dibantu beberapa rekannya akhirnya meringkus kedua pelaku, dan menyerahkan kepada kami," kata Kapolsek Gampengrejo, AKP Abraham Sisik saat ditemui di ruang kerjanya di Mapolsek Gampengrejo, Kamis (14/8/2008).

Abraham menjelaskan, dalam menjalankan aksinya kedua pelaku berpura-pura menitipkan anaknya ke sebuah TK. Setelah beberapa saat, dan mengintai sejumlah korban, keduanya beraksi dengan berpura-pura mengantarkan korbannya pulang.

"Kebanyakan korbannya selalu pulang sendiri. Seperti yang terakhir, korban dibuntuti dan ketika jauh dari sekolah perhiasan yang dikenakan dirampas," jelas Abraham.

Dikatakan pula oleh Abraham, dalam pemeriksaan terungkap jika kedua pelaku ternyata telah menjalankan aksinya berulang kali. Agar tak dicurigai, korban selalu berpindah-pindah lokasi beraksi.

"Jadi setiap kali beraksi, keduanya hanya berkedok menitipkan anaknya. Tidak pernah sampai mendaftarkan untuk bersekolah. Kalau setingkat TK hal tersebut kan masih wajar," ujar Abraham.

Dari tangan kedua pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa perhiasan hasil kejahatan, yang belum sempat dijual.

Sementara disela-sela pemeriksaan petugas, Nuryati mengaku telah merencanakan setiap kali aksinya. Keduanya mengaku terpaksa melakukan kejahatan tersebut, karena terdesak himpitan ekonomi.

"Gaji suami saya tidak cukup untuk makan keluarga kami, dan saya sendiri tak memiliki keahlian untuk bisa bekerja sambilan," katanya lirih. (bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait