Ratusan Kambing Mati Mendadak Misterius

Ratusan Kambing Mati Mendadak Misterius

- detikNews
Rabu, 13 Agu 2008 12:43 WIB
Sumenep - Sekitar 800 kambing milik warga Desa Kayuaru dan Desa Torjek Kecamatan Kangayan, Sumenep, Madura mati mendadak. Mereka mengaku belum mengetahui jenis penyakit yang dialami kambing peliharaannya.

Kambing-kambing yang mati mendadak itu bercirikan, bulu mengelupas dan terdapat bercak-bercak putih. Bila sudah muncul ciri itu, dipastikan dalam rentang waktu sepekan, kambing-kambing itu dipastikan mati.

Saat ini pengembala kambing resah. Pasalnya, penyakit yang dianggap aneh dan baru pertama kalinya menyebar di Kecamatan Kangayan belum ada penanganan dari pemerintah.

Para pengembala mengaku ketakutan untuk mengkonsumsi kambing yang mati mendadak tersebut. Mereka menduga penyakit yang belum diketahui jenisnya itu bakal menular ke manusia.

Salah seorang pengembala kambing, Nuruddin (45) warga Desa Torjek, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, mengatakan kambing milik warga Kangayan yang mati mencapai 800-an ekor. Itu tersebar di wilayah Kangayan.

"Sejak sebulan terakhir, penyakit aneh itu menimpa kambing milik warga dan hingga kini belum teratasi," kata Nuruddin saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (13/8/2008).

Sementara Staf Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep, drh Medy Nova Wahyudi menjelaskan bila dianalisa dari penyebab kematian kambing milik warga mendekati penyakit yang disebabkan bakteri parasit.

Cara kerja penyakit parasit, terlebih dahulu menggali lubang pada kulit kambing sambil mengeluarkan racun. Bila racun itu sudah masuk ke tubuh kambing, maka persendihan kambing akan kaku dan sulit makan.

"Pada saat persendihan kaku dan tidak bisa makan otomatis hewan kambing itu akan mati," terang Medy pada wartawan di kantornya, Jalan Urip Sumoharjo, Sumenep, Rabu (13/8/2008).

Cara alamiah yang dapat dilakukan pengembala kambing, kata dia, setiap kambing yang diserang bakteri parasit itu diolesi belerang dicampur minyak kelapa di bagian tubuh kambing yang terjangkit penyakit.

"Cara lainnya, bisa dioles dengan bekas oli mesin. Tapi perlu hati-hati karena dampaknya panas dan dapat mengelupas kulit kambing," tambahnya.

Dia menjelaskan, pihaknya dari Dinas Peternakan akan memberi vaksin gratis. "Tapi, kami masih perlu koordinasi dengan petugas setempat. Lalu ditangani bersama-sama," kata Medy. (fat/fat)
Berita Terkait